Pemprov Jabar Gelar Rapid Test Besok Rabu, Ini Teknisnya
Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan rapid test virus corona sudah siap dilaksanakan. Dia mengingatkan bahwa hal ini berlaku bagi warga yang memenuhi beberapa kategori.
Pria yang akrab disapa Emil ini menyebut ada tiga kategori masyarakat yang bisa mengikuti rapid test. Kategori pertama disebut golongan A, yakni mereka yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) termasuk lingkaran keluarga, pertemanan dan tenaga medis yang berada di garis depan melakukan penanganan.
"Besok (Rabu 25/3) akan dites dengan testkit yang hitungannya 15 menitan akan keluar dalam bentuk tes di fasilitas kesehatan, rumah sakit yang sudah ditentukan. Prioritas hari esok di Jabar adalah rapid test secara masif kepada golongan kategori A," kata Emil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (24/3).
Lalu, golongan kategori B adalah mereka yang profesinya punya interaksi sosial yang masif, seperti wartawan, petugas transportasi di bandara dan terminal, para ulama dan para pejabat publik yang selalu berinteraksi dengan publik.
Selain itu, kategori ini pun meliputi para pedagang pasar. Mereka diberikan pilihan untuk melakukan tes. Untuk kategori B ini kemungkinan pelaksanaan tes dilakukan di lapangan terbuka. Di Kabupaten Bandung, ada stadion Si Jalak Harupat (SJH) sedangkan di Bekasi sudah disiapkan Stadion Patriot.
Sedangkan kategori C adalah mereka yang tidak berinteraksi dengan OPD dan PDP tapi memiliki gejala yang mirip dengan pengidap virus corona.
Ridwan Kamil berharap hasil tes masif bisa berjalan baik. Pasalnya, hal ini akan dianalisa untuk menghasilkan peta persebaran yang terukur. Ia ingin peta persebaran tersebut bisa didapatkan pada hari Jumat atau Sabtu pekan ini.
"Sehingga hasilnya kita bisa mengambil keputusan, apakah (kebijakan) bekerja dan bersekolah di rumah dilanjutkan atau menambah satu minggu atau bisa kembali lagi ke sekolah dan bekerja tapi dengan menjaga jarak," kata dia.
"Saya berharap hasil rapid test bisa menghasilkan hasil yang nyata. Saya ingatkan, rapid test ini tidak untuk semua orang. Ini hanya untuk sekelompok orang orang warga jabar yang punya potensi yang harus diwaspadai dan dicurigai pola interaksi sosialnya (potensial terpapar virus corona)," pungkasnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya