Pemkot Solo Larang Lurah Terbitkan SIKM untuk Tujuan Zona Merah

Selasa, 4 Mei 2021 23:37 Reporter : Arie Sunaryo
Pemkot Solo Larang Lurah Terbitkan SIKM untuk Tujuan Zona Merah Polisi Putarbalikan kendaraan mudik. ©2020 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro dari 4-17 Mei. Dalam Surat Edaran Wali Kota yang baru diatur mekanisme penerbitan dan aturan pemberlakuan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) selama diberlakukan larangan mudik 6-17 Mei.

"PPKM kita perpanjang mulai hari ini. Itu didasari dari terbitnya SE Wali Kota Solo Nomor 067/1309," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Ahyani, Selasa (4/5).

Menurutnya, dalam SE tersebut diatur tentang mekanisme penerbitan SIKM. Untuk warga Solo yang akan melakukan perjalanan atau non mudik ke luar Solo pada saat diberlakukan larangan mudik, harus membawa SIKM yang diterbitkan kelurahan.

"Jadi syaratnya harus bikin SIKM, harus mencantumkan hasil tes negatif swab PCR atau swab antigen paling lama 2X24 jam dengan mempertimbangkan zona wilayah yang dituju," terangnya.

SIKM yang telah diterbitkan kelurahan, lanjut dia, berlaku PP sekali perjalanan lintas kota/kabupaten/provinsi.

“Bagi warga Solo yang selesai pulang dari perjalanan non mudik wajib melapor pada Satgas Covid-19, dengan mencantumkan tes negatif swab PCR atau swab antigen paling lama 2X24 jam," jelasnya.

Ahyani menambahkan bagi setiap orang masuk Solo yang menetap tinggal tujuan non mudik, wajib menunjukkan tes negatif swab PCR atau swab antigen paling lama 2X24 jam. Sementara bagi warga yang berasal dari Jakarta harus menunjukkan SIKM secara individu berlaku 1 kali PP lintas kota/kabupaten/provinsi. [fik]

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini