Pemkab Magetan Isolasi Anggota Keluarga Pasien Corona yang Meninggal di Solo
Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten Magetan melakukan pengawasan dan isolasi terhadap keluarga pasien Corona asal Magetan yang meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RDUD) Dr Moewardi Solo pada Rabu (11/3) lalu.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan Hari Widodo mengatakan, ada tujuh anggota keluarga dari pasien meninggal positif corona saat ini tinggal di Magetan. "Memang ada keluarganya di Magetan," terang Hari Widodo, Sabtu (14/3).
Untuk itu, kata dia, Pemkab Magetan melakukan isolasi terhadap tujuh orang tersebut. Isolasi dilakukan di rumah dan melarang mereka untuk keluar.
Sedangkan sang istri, kata dia, saat ini dirujuk ke Rumah Sakit Umum Kabupaten Madiun RSU Soedono karena mengeluh batuk pilek dan lemas.
"Istrinya karena saat diperiksa ada keluhan batuk, pilek dan lemas kita rujuk ke rumah sakit pemerintah. Sementara anak-anaknya kita isolasi di rumah yang bersangkutan," katanya.
Hari Widodo menambahkan, petugas kesehatan akan melakukan pemantauan terhadap keluarga yang diisolasi setiap hari. Isolasi akan dilakukan selama 14 hari ke depan.
"Petugas puskesmas setiap hari memantau kesehatannya sampai 14 hari. Kalau sewaktu waktu timbul panas kita lakukan pemeriksaan laboratorium," ucapnya.
Untuk sekedar diketahui Pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RDUD) Dr Moewardi Solo yang berusia 59 dirujuk ke RSUD Dr Moewardi Solo pada tanggal 8 Maret 2020. Pasien dinyatakan positif terjangkit virus corona (covid-19) dan meninggal pada Rabu (11/03).
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya