Pemkab Bekasi Belum Punya Payung Hukum Uang Bau TPA Burangkeng

Senin, 18 Maret 2019 23:37 Reporter : Adi Nugroho
Pemkab Bekasi Belum Punya Payung Hukum Uang Bau TPA Burangkeng TPU Burangkeng Bekasi. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten Bekasi dan warga Desa Burangkeng, Kecamatan Setu telah menyepakati kompensasi bau sampah TPA Burangkeng. Dengan adanya kesepakatan itu, TPA yang diblokade sejak Senin (4/3) lalu telah dibuka mulai pagi ini.

Ketua Tim 17, Ali Gunawa mengatakan, kesepakatan terjadi pada pertemuan ketiga antara warga dengan pemerintah daerah. Pertemuan itu digelar di kediaman Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Eka Supria Atmadja di Cikarang pada Minggu (17/3) sore.

"Kami sudah buka TPA setelah ada komitmen Plt Bupati secara langsung bakal penuhi uang kompensasi bau itu," kata Ali di Burangkeng, Senin (18/3).

Tapi, kata Ali, pemerintah tak dapat memberikan langsung tuntutan warga berupa bantuan langsung tunai. Sebab, harus merumuskan dasar hukumnya lebih dulu. Karena itu, pemerintah bersama dengan tim 17 atau perwakilan warga akan melakukan studi banding ke Pemkot Bekasi.

"Tim ini, sama Pemkab mau studi banding ke kota untuk mengetahui payung hukum yang digunakan untuk memberikan kompensasi," ujar Ali.

Kota Bekasi menjadi rujukan karena kota tersebut memberikan kompensasi bau sampah TPST Bantargebang, meskipun sumber dananya berasal dari Pemprov DKI Jakarta. Uang dari DKI ditransfer ke kas daerah Kota Bekasi lalu disalurkan ke masing-masing rekening penerima bantuan senilai Rp 300.000 setiap bulan.

"Kalau untuk tuntutan jalan, pendidikan, kesehatan, Pemkab janji bakal akomodir. Tapi, kalau uang kompensasi, studi banding dulu sampai ada payung hukumnya," ujar dia.

TPA Burangkeng ditutup masa sejak dua pekan lalu. Dampak penutupan terjadinya penumpukan sampah di lingkungan rumah penduduk sampai pasar tradisional. Jumlahnya diperkirakan mencapai 11.200 ton.

Dinas Lingkungan Hidup setempat kini memprioritaskan pengangkutan sampah di lingkungan, kemudian di jalan-jalan yang menjadi tempat sampah liar. Targetnya dua pekan ke depan pembuangan sampah ke TPA normal lagi. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini