Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemkab Banyuwangi Bakal Usulkan Raperda untuk Keberlangsungan Banyuwangi Festival

Pemkab Banyuwangi Bakal Usulkan Raperda untuk Keberlangsungan Banyuwangi Festival Robbie Hucker sebagai juara umum International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2019. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Selama kepemimpinan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kabupaten Banyuwangi rutin menggelar sejumlah event sport tourism, inovasi, budaya, kuliner dan lainnya yang dikemas dalam Banyuwangi Festival. Lantas bagaimana keberlangsungan event Banyuwangi Festival bila kepemimpinan Anas yang sudah dua periode sebagai bupati sudah berakhir?

Anas mengatakan, Banyuwangi Festival di Banyuwangi yang setiap tahun jumlahnya terus bertambah bukan sekadar untuk memikat kunjungan wisatawan, namun juga mengangkat kearifan lokal hingga nilai kegotong-royongan masyarakat. Apalagi, katanya, Banyuwangi Festival juga masuk dalam 45 top inovasi di Indonesia yang diberikan Kementerian Pendayagunaan, Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

"Banyuwangi Festival itu sudah masuk top 45 dari 3200 inovasi pelayanan publik di Kemenpan RB, berarti membuktikan bahwa dari ribuan inovasi di Indonesia. Banyuwangi Festival menjadi salah satu yang terbaik, bagian dari yang 45 tadi," kata Anas, Sabtu (28/9) usai pagelaran Internasional Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI).

Anas melanjutkan, agar event-event Banyuwangi Festival yang sudah rutin digelar sejak tahun 2010 bisa terus berlanjut, pihaknya sedang mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ke DPRD agar Banyuwangi Festival bisa terus digelar, meski tidak lagi di bawah kepemimpinannya.

"Karena kita telah diakui 45 inovasi terbaik nasional, kita sedang mengajukan Perda ke DPRD agar Banyuwangi Festival ini di-Perda-kan sehingga siapapun yang memimpin setelah kami, harapan saya festival tetap ada," katanya.

Anas mencontohkan, seperti event Internasional Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) yang sudah masuk dalam kalender top event Kementrian Pariwisata dan kategori exelent dari federasi balap sepeda dunia (UCI).

"Bagi Banyuwangi Tour de Ijen ini bukan sekadar sport tourism, tapi jadi cara meningkatkan adrenalin rakyat untuk tetap optimis, gotong royong dan punya spirit juara untuk memenangkan pertarungan. Salah satunya adalah dengan kompetisi Tour de Ijen Banyuwangi ini, melalui sekitar 530 kilometer jalur lintasan ke desa-desa. Setiap tempat ada gelaran budaya dan tari sesuai local wisdom setempat, sehingga ini menjadi diplomasi budaya kepada masyarakat dunia yang sedang datang ke tempat ini," paparnya.

Anas juga menyebut apa saja capaian yang didapat Banyuwangi, salah satunya lewat upaya mengenalkan potensi di Banyuwangi Festival. Di sektor pariwisata, jumlah kunjungannya sudah banyak mengalami peningkatan dari tahun awal kepemimpinannya berjumlah 591 ribu orang per tahun dan saat ini sudah mencapai 5,3 juta orang per tahun.

"Wisatawan asing juga naik dari 5 ribu orang menjadi 128 ribu orang per tahun. Dan ini harapan kami bisa terus tumbuh, dan akan dinikmati rakyat Banyuwangi. Dengan gelaran ini ekonomi rakyat tumbuh karena di jalan-jalan, di plosok-plosok rakyat kemudian menjadi gembira," ujarnya.

Menurutnya, Banyuwangi Festival bukan hanya seremonial event, namun harus memiliki ruh yang melibatkan masyarakat sipil secara gotong royong. Selama ini pihaknya selalu mengoptimalkan kerja dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan semua lapisan masyarakat, bukan dari event organizer (EO)

"Tinggal bagaimana festival ini punya ruh, karena banyak yang mengerjakan festival, karena bila EO yang mengerjakan, PNS tidak terlibat, rakyat tidak terlibat, ruhnya hilang, spiritnya hanya spirit ya sudah tontonan saja. Dan ini harapan kami bisa terus tumbuh, dan akan dinikmati rakyat Banyuwangi. Dengan gelaran ini ekonomi rakyat tumbuh karena di jalan-jalan, di plosok-plosok rakyat kemudian menjadi gembira," paparnya. (mdk/paw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP