Pemerintah Tambah RS Rujukan untuk Virus Corona
Merdeka.com - Juru Bicara Indonesia untuk Covid-19 Achmad Yurianto menegaskan, Indonesia telah menyiapkan berbagai hal untuk menghadapi virus corona. Termasuk kesiapan fasilitas kesehatan, yakni rumah sakit.
Meskipun tidak akan membangun rumah sakit khusus untuk menangani Covid-19, dia memastikan Indonesia bakal berupaya maksimal untuk penanganan.
"Kita tidak membangun rumah sakit khusus untuk satu misi. Jangan samakan kami dengan Tiongkok," ungkapnya, di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (3/3).
Menurut dia, saat ini Indonesia sudah memiliki 14 rumah sakit rujukan nasional, 20 rumah sakit rujukan provinsi, dan 110 rumah sakit rujukan regional.
"Tetapi khusus untuk kasus penyakit infeksi emerging (infeksi baru), termasuk Covid-19, awalnya kita berbasis pada rumah sakit rujukan untuk flu burung yang sejumlah 100 (RS). Sekarang sudah dinaikkan menjadi 132 rumah sakit. Karena di dalamnya sudah memasukkan RS BUMN, RS TNI-Polri, dan RS Swasta," terang Yuri.
"Total RS itu kita sudah memiliki 285 tempat tidur ruang isolasi tekanan negatif. Detailnya di swasta ada 93 tempat tidur, di Pemerintah ada 192. Ini yang kita maintenance. Operasional, artinya alatnya berfungsi, SDM ada, khusus untuk penyakit infeksi emerging," imbuhnya.
Pemerintah Sudah Siap
Pemerintah pun sudah bersiap untuk merespons cepat masalah Covid-19. Salah satu langkah yang dilakukan dengan menyebar tempat pemeriksaan spesimen.
Jika sebelumnya pemeriksaan spesimen dilakukan di Litbang Kemenkes, maka kini pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) terhadap spesimen sudah bisa dilakukan di 4 BBTKL (Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan) dan 6 BTKL (Balai Teknik Kesehatan Lingkungan) yang ada di Indonesia.
Dia menjelaskan, BBTKL terdapat di Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Banjarbaru. Sementara BTKL terdapat di Batam, Medan, Palembang, Makassar, Manado, dan Ambon.
"Karena sudah ada orang-orang yang kita latih dan sudah bisa, tetapi tetap disupervisi oleh Litbang sehingga Litbang akan menempatkan orang sebagai supervisor di 10 tempat ini," lanjut dia.
Dengan demikian, spesimen yang berasal dari daerah-daerah dapat dikirimkan ke tempat pemeriksaan spesimen terdekat. "Kalau ada spesimen dari Ambon, tidak usah dikirim ke Jakarta. Dari Manado tidak usah dikirim ke Jakarta. Tujuannya satu agar responnya lebih cepat," tandasnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya