Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pembunuh siswa SMA PGRI di Sumsel diringkus, pelaku teman sekolah

Pembunuh siswa SMA PGRI di Sumsel diringkus, pelaku teman sekolah Pembunuh siswa SMA PGRI di Sumsel diringkus. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Penyidik Satreskrim Polres Prabumulih meringkus seorang pembunuh Widiyan Galuh Anggoro bin Bariani (17), siswa SMA PGRI Alai, Muara Enim, Sumatera Selatan. Tiga pelaku lain juga ditangkap yang berperan sebagai penjual sepeda motor korban.

Tersangka utama adalah berinisial JJ (18), warga Dusun II, Desa Alai, Kecamatan Lembak, Muara Enim. Tersangka merupakan teman satu sekolah dengan korban. Sementara tiga pelaku lain adalah, EF (17), AG (21), dan AC (15).

Kapolres Prabumulih melalui Kabag Ops Polres Prabumulih, Kompol Andi Supriadi mengatakan, tersangka diringkus di rumahnya, Minggu (16/10) pukul 23.00 WIB. Dari pengembangan, tiga tersangka lain diringkus.

"Tadi malam tersangka pembunuhnya ditangkap, kemudian disusul tiga tersangka lain yang berperan sebagai penadah," ungkap Andi kepada merdeka.com, Senin (17/10).

Dijelaskannya, pembunuhan tersebut terjadi saat korban dan tersangka JJ berboncengan sepeda motor menuju Prabumulih, Sabtu (15/10) pukul 18.00 WIB. Tiba di Dusun III, Desa Muara Sungai, Kecamatan Cambai, Prabumulih, tersangka JJ meminta korban mampir ke kebun dengan alasan mengajak teman-teman lain untuk berangkat bersama.

Kemudian, tersangka mengajak korban ke lokasi kejadian, tepatnya di areal kebun karet. Sebelumnya, tersangka telah menyimpan pisau di pohon karet.

"Tersangka sudah merencanakan secara matang pembunuhan itu. Alasan saja tersangka mampir di sana. Dan korban yang tak curiga menuruti kemauan tersangka," ujarnya.

Sampai di lokasi, tersangka JJ menyuruh korban berhenti dengan alasan buang air kecil. Namun, tersangka justru mengambil pisau yang telah disiapkannya. Pisau itu diselipkan di pinggang yang ditutupi tas.

Saat tersangka menyalakan sepeda motor, tersangka menusukkan pisau dari arah belakang yang mengenai dada korban. Lalu, tusukan kembali dilakukan mengenai leher dan tangan.

"Tersangka sempat menunggui korban yang sedang kritis. Setelah korban tewas, tersangka bawa kabur sepeda motornya," ujarnya.

Setelah mendapatkan sepeda motor, tersangka JJ menemui tersangka EF untuk meminta bantuan untuk menjualnya. Mereka berdua menemui tersangka AG dan AC untuk menjual ke penadah seharga Rp 1,7 juta dan dibagi oleh masing-masing tersangka.

"Terungkapnya kasus ini setelah penyelidikan mendalam dan memeriksa saksi dari teman korban," tukasnya. (mdk/dan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP