Pembebasan Ba'asyir Diprotes Australia, Luhut Bilang 'Emang Dia yang Ngatur Kita'

Senin, 21 Januari 2019 15:32 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Pembebasan Ba'asyir Diprotes Australia, Luhut Bilang 'Emang Dia yang Ngatur Kita' Abu Bakar Baasyir. ©REUTERS/Darren Whiteside

Merdeka.com - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menegaskan pembebasan bersyarat terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir murni alasan kemanusiaan. Dia tidak ambil pusing dengan adanya protes dari negara tetangga.

Luhut merespons protes Perdana Menteri Australia Scott Morrison. Scott mengaku telah melakukan kontak dengan pemerintah Indonesia untuk memproses pembebasan Ba'asyir.

"Emang dia (Australia) yang ngatur kita?," tegas Luhut di kantornya, Senin (21/1).

Menurut Luhut, perpindahan Abu Bakar Ba'asyir dari Nusakambangan ke Lapas Gunung Sindur Bogor, Jawa Barat juga mempertimbangkan kemanusiaan. "Karena kesehatan, beliau sudah tua jadi kita pindahkan," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi setuju dengan pembebasan Ba'asyir. Jokowi mengungkap alasan kenapa setuju dengan wacana tersebut. Menurut dia, Ba'asyir sudah tua.

"Ya yang pertama memang alasan kemanusiaan. Artinya beliau kan sudah sepuh, ya pertimbangannya kemanusiaan," kata Jokowi Ponpes Darul Arqam, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (18/1).

Di Lapas, Ba'asyir juga sudah sakit-sakitan. Dengan alasan itu, Jokowi setuju agar Ba'asyir dibebaskan. "Iya, termasuk kondisi kesehatan masuk dalam pertimbangan itu," tutur dia.

Abu Bakar Ba'asyir divonis hukuman penjara selama 15 tahun terkait kasus tindak pidana terorisme pada 2011 . Baasyir seharusnya baru bebas murni pada 2022. Dia sudah menjalankan hukuman selama 9 tahun. [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini