Pelempar molotov ke Bank Riau dan BNI Tembilahan diduga sakit jiwa
Merdeka.com - Polisi menduga Suh alias Wen (46), pelaku pelemparan bom molotov di Bank Riau Kepri dan Bank Negara Indonesia (BNI) cabang Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, mengalami gangguan kejiwaan. Sebab, alasan pelaku melempar molotov selalu berubah dan ngawur.
"Saat ditanyai penyidik kenapa melakukan pelemparan molotov, jawaban pelaku selalu berubah. Kadang-kadang tidak nyambung dan ngawur," ujar Kapolres Indragiri Hilir kepada merdeka.com Rabu (26/4) malam.
Kepada polisi, pelaku juga sempat mengaku bahwa perbuatan yang dilakukannya secara berulang-ulang itu karena merasa kecewa atas pelayanan Bank Riau dan BNI tersebut.
"Dari hasil penyelidikan, pelaku bukanlah nasabah Bank Riau Kepri dan BNI Cabang Tembilahan tersebut," kata Dolifar.
Karena itu, polisi membawa pelaku ke Rumah Sakit Jiwa Tampan di Kota Pekanbaru untuk mengetahui kondisi kejiwaannya. Nantinya, hasil pemeriksaan dokter RSJ akan menjadi bahan penyelidikan kasus molotov tersebut.
Sebelumnya diberitakan, polisi menangkap pelaku pelemparan bom molotov terhadap Bank Riau Kepri dan BNI Cabang Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, inisial Suh alias We. Pelaku juga pernah melempar molotov di lokasi yang sama pada 18 Februari 2017 lalu.
Saat ditangkap, pelaku kembali mengulangi aksinya dengan melakukan pelemparan bom molotov di halaman Bank Riau Kepri dan BNI Cabang Tembilahan yang berdekatan, Selasa (25/4) sekitar pukul 16.15 WIB. Namun, molotov yang dilemparnya tidak kena gedung bank Riau maupun orang lain, hanya di halaman saja.
"Anggota Polsek Kawasan Pelabuhan, mendengar teriakan dari arah Jalan Sudirman. Kemudian, 3 anggota polisi langsung bergerak dan melihat ada sepeda motor yang baru mulai berjalan dari depan Bank Riau Kepri," ucap Dolifar.
Ketiga polisi itu langsung mengejar, kemudian pengendara sepeda motor tersebut berhenti di depan BNI Cabang Tembilahan dan terlihat mengambil sesuatu dari dalam kardus di depan sepeda motornya.
"Ketika itulah, pelaku dapat diamankan dan ditemukan 2 botol bom molotov yang diletakan di dalam kardus mi instan. Perbuatan itu merupakan yang kedua kalinya dilakukan pelaku," kata Dolifar.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya