Pelda Aceng dimutilasi & dibakar 4 bersaudara diduga bermotif utang

Minggu, 23 Oktober 2016 05:11 Reporter : Irwanto
Pelda Aceng dimutilasi & dibakar 4 bersaudara diduga bermotif utang Ilustrasi Mutilasi. ©2015 Merdeka.com/Angeline Agustine

Merdeka.com - Pembunuhan sadis yang dialami Pelda Aceng, anggota TNI Bagian Keperawatan Kesdam II Sriwijaya, berlatarbelakang utang. Empat pelaku yang masih bersaudara tak terima didatangi korban untuk menagih utang.

Informasi dihimpun, peristiwa itu terjadi saat korban menemui tersangka BW di kediamannya di Desa Teluk Jaya, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim, Sumatera Selatan, Minggu (9/10) lalu. Tujuan korban tak lain untuk menagih utang.

Belum diketahui penyebabnya, korban dan tersangka BW terlibat adu mulut hingga berujung perkelahian. Lalu, saudara BW, HR (DPO), memukul kepala dari belakang hingga korban tewas.

Panik dengan dengan kejadian itu, tersangka BW dan tiga saudaranya memutilasi jasad korban menjadi lima potongan. Selanjutnya, potongan tubuh korban dimasukkan ke dalam karung dan dibawa ke hutan. Untuk menghilangkan jejak, jasad korban dibakar.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol DTM Silitonga mengatakan, pengakuan tersebut berdasarkan keterangan tersangka BW dan ED kepada penyidik. Namun, untuk kemungkinan adanya motif lain masih dikembangkan seraya menunggu dua pelaku lain tertangkap.

"Terus diselidiki dan dua pelaku lain dikejar terus, identitasnya sudah dikantongi," ungkap Silitonga, Sabtu (22/10).

Diberitakan sebelumnya, jajaran Polres Prabumulih meringkus dua pelaku pembunuhan disertai mutilasi dan membakar jasad korban Pelda Aceng, berinisial BW dan ED, warga Teluk Jaya, Kecamatan Gelumbang, Sumsel, Jumat (21/10) malam.

Peristiwa itu bermula saat istri korban melapor ke SPKT Polres Prabumulih yang kehilangan suaminya, 10 Oktober 2016 lalu. Disebutkan, korban sehari sebelumnya pamit menemui pelaku BW di Desa Teluk Jaya untuk menagih hutang.

Mendapat laporan itu, anggota Polres Prabumulih bekerja sama dengan Polres Muara Enim melakukan penyelidikan. Namun sampai 18 Oktober 2016, petugas belum juga menemukan jasad korban. Tak lama, petugas mendapatkan titik terang setelah meminta keterangan istri korban.

Dari informasi ini, petugas mendatangi kediaman pelaku BW. Anggota kaget melihat banyak bercak darah di dalam rumah pelaku BW. Saat diinterogasi, BW mengaku dia bersama tiga rekannya membunuh korban dan memutilasinya menjadi lima bagian.

Untuk menghilangkan jejak, jasad korban dibawa ke hutan Desa Meranti. Kemudian, korban dibakar.

Selain tersangka BW dan Ed, penyidik masih memburu dua pelaku lain, berinisial HR dan PU. Sebab, dari pengakuan tersangka yang diringkus, kedua buron turut serta dalam pembunuhan sadis tersebut. [tyo]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini