Pelarian Residivis Kasus Pencurian di Makassar Berakhir di Loteng Rumah Warga

Rabu, 15 Januari 2020 01:33 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Pelarian Residivis Kasus Pencurian di Makassar Berakhir di Loteng Rumah Warga Ilustrasi garis polisi. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Petualangan kejahatan Erwin alias Tumbal (25), berakhir Senin (13/1) malam. Setelah berbulan-bulan jadi buron karena masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polsek Bontoala, Makassar, akhirnya pelaku begal yang merupakan langganan Rutan itu ditembak mati setelah didahului tembakan peringatan.

Cukup heroik perlawanan residivis yang telah berkali-kali masuk penjara ini dan DPO sejumlah polsek di Makassar selain Polsek Bontoala.

Kapolsek Bontoala, Kompol Andriani Lilikay mengatakan, Erwin alias Tumbal ini tersangka sejumlah kasus pencurian seperti ponsel dan mobil.

Saat tim patroli sementara lakukan patroli semalam, tersangka ditemukan melintas di Jalan Tinumbu. Warga sekitar juga menunjuk, dia Erwin yang selama ini dicari.

"Saat anggota berusaha menangkap, pelaku langsung lari masuk lorong dan melompati sejumlah rumah warga. Pindah dari satu rumah ke rumah lain hingga naik ke lantai III. Suasana begitu gelap tapi tiba-tiba dia muncul dan tepat di hadapan anggota. Pelaku langsung hunuskan badiknya dan berusaha menyerang anggota. Tidak berhenti saat keluar tembakan peringatan, terpaksa dilumpuhkan," kata Andriani Lilikay saat dikonfirmasi.

Pengantar Jenazah Tersangka Lempari Mapolsek Bontoala

Selasa siang ini, jenazah diantar ke Kabupaten Maros untuk dimakamkan. Saat melintas di jl Masjid Raya, depan Mapolsek Bontoala, sejumlah pengantar jenazah tersangka Erwin alias Tumbal melempar batu ke arah Mapolsek Bontoala.

"Iya tadi pengantar jenazah tersangka melintas tapi anggota sudah siaga dan melakukan barigade di depan kantor. Beberapa diantara pengantar jenazah melempar namun tidak sampai ke kantor, batunya hanya berserakan di trotoar. Lampu sorot dan taman bunga di bundaran milik kecamatan mereka rusak," kata Andriani Lilikay.

Ditambahkannya, upaya percobaan penyerangan ke kantor bisa dikendalikan karena telah diantisipasi dari awal. Dampak kerusakan tidak parah.

"Kita tetap mengantisipasi aksi susulan dari keluarga atau kerabat tersangka. Saat ini stand by anggota Polrestabes Makassar memback up," pungkasnya. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Pencurian
  2. Makassar
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini