Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pelanggar Syariat Islam di Banda Aceh Tumbang usai 21 Kali Dicambuk

Pelanggar Syariat Islam di Banda Aceh Tumbang usai 21 Kali Dicambuk Pelanggar syariat Islam dihukum cambuk di Aceh. ©2019 Merdeka.com/Afif

Merdeka.com - Seorang pelanggar syariat Islam berinisial R ambruk usai dicambuk sebanyak 21 kali di muka umum, di Taman Bustanus Salatin, Banda Aceh, Kamis (19/9). Eksekusi cambuk kali ini berbeda dari biasanya.

Selama ini cambuk dilaksanakan di masjid. Namun sekarang digelar di taman yang berada di tengah-tengah kota berdekatan dengan Balai Kota Banda Aceh.

Tak banyak warga yang menonton eksekusi cambuk hanya sekitar 200 meter dari Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Hanya tampak beberapa warga dan selebihnya petugas Satpol PP/WH dan pihak kepolisian.

Berbeda saat cambuk digelar di masjid. Banyak warga yang berkerumun saat proses hukum cambuk berlangsung. Sedangkan kali ini hanya ada mahasiswa asal Malaysia yang kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh, menyaksikan hukuman tersebut.

Hukum cambuk ini dilaksanakan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh terhadap enam pelanggar Qanun Nomor 6 Tahun 2014 pasal 25 ayat (1) tentang Ikhtilath. Ikhtilath adalah berdua-duaan di tempat sepi dengan non-mahram.

Keenam pelanggar syariat Islam itu masing-masing berinisial RS dicambuk 22 kali, FI 21 kali. Lalu FM 23 kali, R 21 cambuk dan WH 23 kali serta M 23 kali cambuk.

Pihak Kejari Banda Aceh memanggil satu per satu menuju panggung untuk dieksekusi, tiga laki-laki dan tiga perempuan. Saat algojo yang menggunakan baju warna cokelat menutup wajahnya mengeksekusi terhukum R, selesai dicambuk langsung ambruk.

Petugas Satpol PP/WH perempuan langsung memapah terhukum tersebut. Bahkan petugas medis sempat membawa tandu. Namun terhukum menolak ditandu dan memilih turun sendiri dari panggung dengan dipapah oleh petugas.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman mengatakan, pelanggar syariat Islam ini hasil laporan dari masyarakat. Lalu dilaporkan kepada Satpol PP/WH Kota Banda Aceh.

"Kami berharap kepada yang dicambuk agar bertaubat. Begitu juga kepada masyarakat bahwa cambuk bukan untuk menertawakan pelaku tetapi ini pelajaran untuk kita semua," kata Aminullah Usman.

Aminullah menjelaskan, pemindahan eksekusi cambuk ke tengah-tengah kota ini diharapkan agar bisa lebih banyak warga yang menonton. Secara regulasi, tidak masalah dilakukan di luar masjid, karena lokasi ini juga berada di tempat umum.

"Aturan mengamanahkan agar cambuk dilakukan di tempat umum. Masjid, lokasi sekarang juga ini tempat umum," tukasnya.

Aminullah mengatakan, semua terhukum cambuk yang dieksekusi hari ini adalah pendatang, yaitu warga kabupaten/kota lain yang bermukim di Banda Aceh. Namun mereka melakukan pelanggaran di wilayah hukum kota Banda Aceh, pihaknya tetap memberlakukan hukuman sesuai dengan aturan yang ada.

"Semua terhukum itu bukan warga Banda Aceh," kata dia.

Sebelum eksekusi cambuk dimulai, Aminullah mengingatkan agar anak di bawah umur agar tidak menonton hukum cambuk ini. Larangan ini untuk kepentingan tumbuh kembang psikologis anak.

"Kepada anak anak yang belum cukup umur dilarang menyaksikan ini untuk menjaga psikologis tumbuh kembang anak nantinya," pungkasnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Warga Kota Banda Aceh Dilarang Rayakan Malam Tahun Baru
Warga Kota Banda Aceh Dilarang Rayakan Malam Tahun Baru

Perayaan malam tahun baru bertentangan dengan syariat Islam dan mengganggu ketertiban.

Baca Selengkapnya
Hal-Hal yang Dilarang Selama Ramadan di Banda Aceh
Hal-Hal yang Dilarang Selama Ramadan di Banda Aceh

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Banda Aceh telah mengeluarkan seruan bersama untuk mengatur tata laksana ibadah selama bulan puasa Ramadan 1445 Hijriah.

Baca Selengkapnya
Malang, Gajah Sumatera Ditemukan jadi Bangkai Tanpa Gading di Perkebunan Aceh, Ternyata Ini Pemburunya
Malang, Gajah Sumatera Ditemukan jadi Bangkai Tanpa Gading di Perkebunan Aceh, Ternyata Ini Pemburunya

Pemburu ini mengaku menyimpan gading gajah di perkebunan kelapa sawit di Desa Padang Sikabu, Kecamatan Woyla, Aceh Barat.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Sempat Diduga Hilang, Bocah 4 Tahun Meninggal Tenggelam di Kolam Masjid Al-Jabbar Bandung
Sempat Diduga Hilang, Bocah 4 Tahun Meninggal Tenggelam di Kolam Masjid Al-Jabbar Bandung

Bocah itu sempat dilaporkan hilang saat orang tuanya berkegiatan di Masjid Raya Al-Jabbar pada Minggu (17/12) malam.

Baca Selengkapnya
FOTO: Macam Kegiatan Sembari Menunggu Waktu Buka Puasa di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh
FOTO: Macam Kegiatan Sembari Menunggu Waktu Buka Puasa di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Halaman Masjid Raya Baiturrahman menjadi hangat dengan macam kegiatan umat Islam yang menunggu buka puasa.

Baca Selengkapnya
Masjid di Batabuah Sumbar Ini Tetap Berdiri Kokoh Meski Diterjang Banjir Bandang Lahar Dingin, Ini Potretnya
Masjid di Batabuah Sumbar Ini Tetap Berdiri Kokoh Meski Diterjang Banjir Bandang Lahar Dingin, Ini Potretnya

Pasca bencana banjir bandang yang menerjang Kabupaten Agam, Sumatera Barat sebuah masjid nampak berdiri sendiri di antara puing-puing bangunan lainnya.

Baca Selengkapnya
Pemandangan para Bocah SD Salat Berjamaah Penuhi Satu Gerbong Kereta Api yang Sedang Berjalan, Bikin Hati Adem
Pemandangan para Bocah SD Salat Berjamaah Penuhi Satu Gerbong Kereta Api yang Sedang Berjalan, Bikin Hati Adem

Bukan di masjid atau pun rumah, para bocah SD ini salat berjamaah saat sedang menaiki kereta api. Bikin terenyuh, seluruh gerbong pun dipenuhi seluruh jamaah.

Baca Selengkapnya
Penampakan Sapi Kurban 500 Kg Tercebur Selokan di Semarang, Dievakuasi Damkar Pakai Katrol
Penampakan Sapi Kurban 500 Kg Tercebur Selokan di Semarang, Dievakuasi Damkar Pakai Katrol

Sapi berbobot 500 kilogram tersebut diikat dan diletakkan ditumpukan kayu, karena tidak kuat menahan beban akhirnya ambrol.

Baca Selengkapnya
Sering Berulah, Geng Remaja di Aceh Besar Ini Disanksi Sebulan Tadarus Alquran di Kantor Polisi
Sering Berulah, Geng Remaja di Aceh Besar Ini Disanksi Sebulan Tadarus Alquran di Kantor Polisi

Kelompok remaja yang menamakan diri gengnya dengan 'Kampung Tengah' itu kerap beraksi kekerasan.

Baca Selengkapnya