Pelaku pesta seks kaum gay di Surabaya divonis 2,5 tahun bui

Selasa, 19 September 2017 01:29 Reporter : Masfiatur Rochma
LGBT. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Tujuh gay yang melakukan pesta seks sesama jenis di Hotel Oval, Jalan Kedungdoro, Surabaya mendapat hukuman vonis berbeda dari hakim Pengadilan Negeri Surabaya.

Dua tahun penjara untuk terdakwa Achmad Sodik (22), warga Dusun Kanjar Selatan, Desa Kanjar, Madura, dan Jarot Pahala Andreas (43), warga Jalan Dr. Soetomo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Sedangkan lima terdakwa dijatuhi vonis 1,5 tahun penjara. Mereka adalah Iswantoro, warga Sleman Jogja; Ahmad Salamun, warga Ngingas, Kabupaten Sidoarjo; Andreas Lukita, warga Tandes, Surabaya; Singgih Dermawan, warga Kedamean, Gresik dan Ken Haris, warga Waru, Sidoarjo.

Persidangan yang dipimpin hakim Unggul Warso Murti ini menilai, terdakwa yang divonis 2,5 tahun, karena berperan sebagai penyelenggara acara. Serta menyediakan orang yang ditampilkan untuk melakukan tarian erotis dan menyuruh untuk melakukan berhubungan satu sama lain (sesama lelaki).

Dengan cara menyebarkan undangan pesta seks kaum homo itu melalui media sosial, blackberry mesengger (BBM), WhatsApp, dan Line. Dari undangan tersebut banyak yang datang.

Sehingga kedua terdakwa booking tempat dua kamar di Hotel Oval, Jalan Kedurungdoro, Surabaya. Kemudian baru melakukan pesta homo atau gay. Tidak lama pestanya diketahui polisi.

Sedangkan, yang kelima terdakwa divonis 1,5 tahun penjara, karena berperan hanya menuruti perintah dari terdakwa Achmad Sodik dan Jarot Pahala Andreas. Saat itu, kelima terdakwa disuruh supaya melakukan berhubungan sesama layaknya suami istri, tapi sesama jenis yakni laki-laki. Serta diminta untuk menari erotis.

Sehingga apa yang dilakukan terdakwa dianggap bersalah melanggar melanggar pasal 33 UU RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi.

"Dengan ini terdakwa Ahmad Sodik, dan Jarot Pahala Andreas di vonis 2,5 tahun penjara. Untuk terdakwa Iswantoro, Ahmad Salamun, Andreas Lukita, Singgih Dermawan, dan Ken Haris divonis 1,5 tahun penjara," terang majelis hakim, Unggul Warso Murti, Senin (18 [rnd]

Topik berita Terkait:
  1. LGBT Di Indonesia
  2. Homoseksual
  3. Surabaya
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini