Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pelaku perusakan rumah makan di Depok dicokok, rata-rata pelajar

Pelaku perusakan rumah makan di Depok dicokok, rata-rata pelajar Ilustrasi Bentrokan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Polresta Depok akhirnya mencocok pelaku perusakan sebuah rumah makan di Jalan Merdeka, Sukmajaya, Depok, Minggu (11/6) lalu. Pelaku rata-rata masih berusia sekolah. Diduga pemicu kerusuhan lantaran para pelaku merasa ada pengunjung restoran merupakan musuhnya.

Katim Srikandi Polresta Depok Ipda Nurul Kamilawati mengatakan, para pelaku merupakan remaja berumur 15 tahun hingga 17 tahun. Mereka tanpa basa-basi langsung merusak rumah makan itu. "Ada puluhan remaja yang melakukan penyerangan. Mereka melakukan pengerusakan ke warung Lele Nongkrong," kata Nurul, Selasa (13/6).

Hasil pemeriksaan, motifnya adalah remaja ini merupakan suporter sepakbola tidak suka dengan kegiatan nonton bareng klub selama ini menjadi rivalnya. Diduga ada provokator memicu pengerusakan. "Kami sedang melakukan pencarian kepada provokator tersebut," tukasnya.

Para pelaku dijerat pasal 358 dan 170 KUHP. Namun, lantaran mereka baru pertama kali tersangkut masalah hukum maka pihaknya melakukan diversi. Hal itu sesuai dengan amanat undang-undang. "Ancaman hukuman di bawah tujuh tahun. Tapi bagi mereka dikenakan diversi karena pelapor saat ini juga telah mencabut laporan," tukasnya.

Sementara itu, Manajemen Lele Nongkrong, Hapid Subhan, mengatakan pihaknya tidak pernah menggelar acara nonton bareng Persib vs Persiba. "Customer bebas mau nonton apa saja. Khusus nonton bareng, kami tidak memihak salah satu klub. Baik klub luar negeri dan domestik. Semua kami suguhkan. Pada hari itu juga tidak ada nobar. puluhan itu menyangka kami adakan nobar," kata Hapid. (mdk/ang)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP