Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pelaku pembunuhan Dini mantan DJ, pernah diminta tolong cari orang pintar

Pelaku pembunuhan Dini mantan DJ, pernah diminta tolong cari orang pintar pelaku pembunuhan dini oktaviani. ©2017 Merdeka.com/Hari Ariyanti

Merdeka.com - PS (27), pelaku pembunuhan Dini Oktaviani (27) sebelum menjadi driver ojek online merupakan seorang DJ (Disc Jockey). Hal ini disampaikan Kasubdit Ranmor Polda Metro Jaya, AKBP Antonius Agus R saat rilis kasus pembunuhan Dini Oktaviani di Gedung Ditreskrimum Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/9).

"Hubungan korban dengan tersangka dari 2010. Saat itu tersangka berprofesi sebagai DJ freelance," jelasnya

Selain sebagai DJ, PS juga nyambi jadi tukang ojek. "Tapi dulu belum ojek online," tambahnya.

Karena dulu korban tinggal di dekat rumah PS, yang bersangkutan berlangganan jasa ojek dengan PS. Hubungan itu kemudian terputus ketika korban pindah ke apartemen yang jauh dari tempat tinggal tersangka.

PS mengaku dihubungi lagi oleh korban pertengahan 2016. Dari sini, pelaku berhubungan kembali dan tahu tempat tinggal korban.

"Korban minta tolong agar dicarikan orang pintar, sehingga tersangka tahu tempat tinggal korban," ujarnya.

Untuk kedua kali, korban meminta tolong agar dicarikan orang yang bisa dipinjamkan uang. Antonius mengatakan, hubungan antara korban dan pelaku bukan sepasang kekasih, tapi memang keduanya cukup dekat. "Arah hubungan asmara belum ditemukan," sebutnya.

PS dijerat dengan Pasal 338 KUHP Jo Pasal 365 ayat (1) dan (3) KUHP. Ia terancam hukuman kurungan 15 tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya, Dini Oktaviani (19), ditemukan tewas di dalam Apartemen Laguna Tower B coklat lantai 21, No 19, Pluit, Jakarta Utara. Dini ditemukan oleh keluarganya karena tidak ada kabar selama tiga hari.

"Jadi mayat ditemukan pada Selasa 19 September, sekitar pukul 01.00 WIB oleh kakak kandung dan ibunya, karena tiga hari tidak ada kabar," ujar Kasubag Humas Polres Jakarta Utara Kompol Sungkono saat dikonfirmasi, Kamis (21/9).

Tiga hari tidak ada kabar, kata Sungkono, akhirnya keluarga menyambangi apartemen tersebut. Setibanya di kamar Dini ditemukan sudah tak bernafas.

"Saat tiba di depan pintu apartemen korban mendapati pintu tertutup tetapi tidak terkunci, saat pintu dibuka oleh keluarganya ini, melihat korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi terlentang di atas kasur," jelasnya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP