Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pejabat pemerkosa kemenakan pernah kayuh becak & nikah tiga kali

Pejabat pemerkosa kemenakan pernah kayuh becak & nikah tiga kali Ilustrasi Pemerkosaan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Abdul Kadir (48), Kepala Seksi (Kasie) Pemakaman di Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman Kota Palopo, Sulsel ternyata mengawali kariernya sebagai tukang becak. Sepanjang hidupnya, dia sudah menikah sebanyak tiga kali, dan kini tinggal bersama istri ketiga.

Abdul merupakan pelaku pemerkosaan hingga mengubur hidup-hidup WA (18) yang tidak lain keponakannya sendiri, sekaligus honorer di tempat Abdul Kadir bertugas. Namun takdir berkata lain, meski dikubur dalam kondisi pingsan di bekas tempat penampungan air, dan ditutupi coran semen, WA masih selamat, bahkan keluar dari 'kuburan' berkat bantuan istri pelaku.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Pemkot Palopo, H Maksum Rumi saat dikonfirmasi, Jumat (23/9) malam, menjelaskan, Abdul Kadir sebelumnya seorang tukang becak. Jenjang pendidikan terakhirnya SMA. Kemudian terangkat menjadi pegawai lewat jalur K1 honorer dan ditempatkan di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Palopo sebagai staf caraka atau petugas bersih-bersih.

Setelah menjadi pegawai, Abdul Kadir melanjutkan pendidikannya menjadi Strata 1 (S1) di STIEM Muhammadiyah Palopo, sehingga saat penyesuaian dia dinaikkan pangkatnya menjadi golongan 3A. Lalu mendapat posisi sebagai sekretaris lurah di salah satu kelurahan di Palopo dan meninggalkan KPUD Kota Palopo.

"Saat Abdul Kadir masih caraka atau petugas bersih-bersih itu, saya masih anggota komisioner KPUD. Saya lihat orang itu baik san santun. Meski usianya lebih tua, kalau dia jabat tangan ke kita, dia cium tangan. Saat saya sudah ketua KPUD Kota Palopo, Abdul Kadir sudah tidak ada. Itu hari sempat saya tanyakan keberadaan Abdul Kadir dan staf mengatakan Abdul Kadir tidak lagi di KPUD karena dia sudah sekretaris lurah," tutur H Maksum Rumi.

Dia menambahkan, hingga saat dia ditarik ke Depag selanjutnya ke Pemkot Palopo selaku Kasubag Humas, dirinya tidak pernah lagi bersua dengan Abdul Kadir. Hingga akhirnya terjadi peristiwa perkosaan itu.

"Saya baru saja dari luar kota. Setelah mendapat informasi tentang Abdul Kadir ini, saya cukup kaget. Bisa-bisanya bertindak demikian sementara yang saya tahu Abdul Kadir ini sosok yang santun, penurut. Yang jelas kita turut prihatin dengan adanya kasus seperti ini," kata H Maksum Rumi.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP