Pegawai Kejagung Korban Pembacokan Mengaku Tidak Ada Musuh, Motif Penyerangan Terkait Pekerjaan?

Korban masih menjalani perawatan intensif akibat luka cukup parah hingga membuat saraf jari kelingking kanan putus.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Pegawai Kejagung Korban Pembacokan Mengaku Tidak Ada Musuh, Motif Penyerangan Terkait Pekerjaan?
Pegawai Kejagung Korban Pembacokan Mengaku Tidak Ada Musuh, Motif Penyerangan Terkait Pekerjaan? (Merdeka.com)

Kepolisian mengungkap kondisi DSK (44) pegawai Kejaksaan Agung (Kejagung) korban pembacokan orang tak dikenal (OTK) di Pengasinan, Sawangan, Depok sudah berangsur membaik. Hanya saja, korban masih menjalani perawatan intensif akibat luka cukup parah hingga membuat saraf jari kelingking kanan putus.

"Hari ini kondisi korban sudah membaik dalam rangka pemulihan setelah operasi," kata Kasat Rekrim Polres Metro Depok, AKBP Bambang Prakoso, Rabu (28/5).

Korban juga sudah bisa diminta keterangan seputar peristiwa menimpanya pada Sabtu (24/5) dini hari. DSK diketahui adalah Kasi Perangkat Keras dan Jaringan Pusat Daskrimti Kejaksaan Agung RI.

"Kemudian juga korban sudah bersedia memberi keterangan kepada penyelidik. Didapat informasi bahwa korban ini merupakan pegawai kejaksaan bertugas di Pusdaskrimti Kejaksaan Agung RI," ujar Bambang.

Pengakuan Korban

Dari keterangan didapat, peristiwa itu terjadi begitu cepat. Korban dipepet dua OTK mengendarai motor berboncengan dan dipepet dari arah berlawanan. Kemudian salah satu pelaku menyabetkan senjata tajam dan mengenai tangan kanan korban. Kejadian tersebut terjadi di dekat rumah korban.

"Jadi pada menjelang kejadian beliau mengendarai sepeda motor di Jalan Pengasinan, kurang lebih berjarak 800 meter dari rumahnya. Kemudian ada sepeda motor yang berlawanan arah menghampiri yang bersangkutan. Kemudian korban mendengar ada kata-kata ‘sikat’,” tukas Bamang.

Korban mengaku tidak mengenali ciri pelaku. Bahkan saat itu korban tidak sadar jarinya terkena bacokan benda tajam.

"Pasca dihampiri sepeda motor dari arah yang berlawanan, tiba-tiba korban merasa tangannya seperti disentuh sesuatu, korban tidak bisa melihat apa itu karena situasinya gelap. Kemudian korban karena merasa terancam bahaya begitu menguatkan diri untuk melanjutkan perjalanan hingga ke rumahnya. Setelah di rumah baru memeriksa pergelangan tangannya telah ada luka," kata dia.

Ciri-Ciri Pelaku Tak Diketahui Korban

Korban juga tidak mengenali motor yang dikendarai pelaku saat itu. Usai dibacok, korban langsung melanjutkan perjalanan ke rumah.

“Enggak kelihatan cuma lampu motor doang. Nanti kami dalami lagi hasil pendalaman. Kejadian begitu cepat, kondisi gelap, korban merasa ada benda yang menyentuh lengan kanannya dekat pergelangan, karena merasa takut dan situasi yang sepi, korban menguatkan diri untuk mengendarai sepeda motornya hingga ke rumahnya. Jarak antara tempat dan rumah itu kurang lebih 700-800 meter,” kata Bambang.

Tak Ada Musuh, Motif Pembacokan Terkait Pekerjaan?

Dari keterangan DSK, dia tidak ada masalah dengan siapapun. DSK juga mengaku tidak ada teror atau intimidasi dari pihak manapun.

“Belum, tidak ada. Sementara dari hasil keterangan yang disampaikan tidak ada hal-hal seperti itu. Mengaku tidak punya (musuh),” pungkasnya.

Rekomendasi