Pasien di RS Darurat Covid-19 Dijaga Perawat 24 Jam

Jumat, 27 Maret 2020 13:02 Reporter : Ronald
Pasien di RS Darurat Covid-19 Dijaga Perawat 24 Jam Jokowi tinjau kesiapan RS darurat virus corona. ©Hafidz Mubarak A/POOL/AFP

Merdeka.com - Dansatgas Kesehatan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Brigjen Agung Hermawanto memastikan setiap lantai yang dijadikan ruang isolasi bagi pasien positif virus Corona atau Covid-19 dijaga oleh perawat selama 24 jam. Setiap lantai dijaga tiga orang perawat.

"Masing-masing lantai dilayani oleh 3 perawat, 24 jam ada di lantai tersebut," ujar Agung saat jumpa pers di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (27/3).

Perawat-perawat tersebut nantinya akan menghubungi dokter jaga bila ada pasien yang membutuhkan pemeriksaan dokter.

"Sehingga bila ada keluhan dari pasien diharapkan menghubungi perawat dan dilakukan pemeriksaan oleh perawat, dan dipanggil dokter untuk naik ke lantai tersebut," kata dia.

Agung menyebut, di setiap lantai ada 34 ruangan. Dengan rincian, 32 lantai diperuntukan bagi pasien positif Covid-19, satu ruangan untuk pemeriksaan, dan satu ruangan untuk para perawat.

"32 hunian untuk pasien, satu untuk ruang periksa, satu untuk ruang perawat. Jadi total ada 34 unit setiap lantai. Satu unit ada dua tempat tidur," kata dia.

1 dari 1 halaman

Terus Menerima Pasien

Rumah Sakit darurat Covid-19 terus menerima pasien. Terbaru per hari ini, Jumat (27/3) tepatnya pukul 07.00 WIB, tercatat ada 274 orang yang dirawat.

"Pasien rawat inap di RSD Wisma Atlet sampai dengan pukul 07.00 WIB, berjumlah 274 orang. Dengan rincian 162 Pria dan 112 Wanita," kata Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksdya TNI Yudo Margono saat dihubungi di Jakarta, Jumat (27/3).

Yudo mengatakan, dari 274 orang yang dirawat ada 28 orang dinyatakan positif Corona. Sementara ada 208 orang masuk dalam Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 38 Orang Dalam Pemantauan (ODP).

"Positif corona 28 orang, PDP 208 orang dan ODP 38 orang," kata Yudo.

Rumah Sakit ini dapat menampung kurang lebih 2.500 pasien. Ada beberapa gedung yang sudah di-upgrade menjadi tempat perawatan pasien Covid-19, di antaranya ada empat gedung. Khusus gedung atau Tower 6 dan 7 dilengkapi peralatan seperti laboratorium dan ruang radiologi, ruang isolasi (ICU maupun non ICU) untuk merawat pasien Corona.

Pada saat pelaksanaannya, RS Penanganan Darurat Covid-19 ini, akan dibagi dalam 3 zona.

Pertama Zona Hijau adalah Tower 1, akan diisi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Hanya orang yang berkepentingan yang dapat memasuki daerah ini. Termasuk di dalamnya dari pihak TNI, Polri, BNPB dan kelompok relawan.

Kedua Zona Kuning adalah Tower 3, akan diisi oleh Dokter, Perawat dan Petugas Paramedis lainnya.

Ketiga Zone Merah adalah Tower 6-7, adalah RS Darurat Penanganan Covid-19. Hanya mereka yang menggunakan APD lengkap yang dapat masuk ke zona ini selain pasien.

Reporter: Fachrur Rozie dan Ronald [noe]

Baca juga:
Antisipasi Jemaah Salat Jumat Datang, Masjid Istiqlal Dijaga Polisi dan Satpam
Jika Pilkada Serentak Ditunda Karena Corona Harus Terbitkan Perppu atau Revisi UU
Melihat Penyemprotan Disinfektan Pakai Drone di Kawasan Sudirman
Dalai Lama Sumbang Makanan dan Obat ke Warga Miskin India yang Sedang Lockdown
Upaya Penyelundupan Mobil Rental ke Timor Leste Gagal Karena Perbatasan Dijaga Ketat
Satu PDP di Gunungkidul Meninggal Dunia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini