Pasca-gempa 6,9 SR, penerbangan ke Lombok dipastikan normal

Senin, 20 Agustus 2018 13:41 Reporter : Kirom
Pasca-gempa 6,9 SR, penerbangan ke Lombok dipastikan normal Bandara Internasional Lombok. ©2018 Liputan6.com/Ilyas

Merdeka.com - Perum LPPNPI Air Navigation Indonesia memastikan penerbangan rute Lombok tetap berjalan normal, pascagempa yang terjadi pada Minggu (19/8) malam.

Humas Air Navigation, Yohanes Sirait menerangkan, gempa yang terjadi berkali-kali sejak kemarin malam, tidak mengganggu penerbangan udara dari dan menuju Lombok.

"Menurut pemantauan di lapangan, kondisi peralatan navigasi atau komunikasi dinyatakan beroperasi normal, tidak terdapat kerusakan major pada gedung tower dan gedung kantor dan untuk shift operasional personil ATC, FSO ataupun teknik semua berjalan normal," katanya, Senin (20/8).

Pihaknya, memastikan untuk kelancaran arus lalu lintas udara, petugas disiagakan untuk bekerja di ruang ARO dengan menggunakan radio backup. Hal ini dilakukan demi menjaga keselamatan dan keamanan petugas yang berjaga.

"Sementara dilaksanakan di ruang ARO, sampai kondisi dianggap memungkinkan operasional dilaksanakan di Tower kembali," kata dia.

Pihaknya sampai saat ini masih memonitor perkembangan lebih jauh terkait kondisi di Lombok.

"Jika ada hal sesuatu segera kami sampaikan," ucapnya.

Sementara, Manager Humas PT Angkasa Pura II cabang Bandara Soekarno-Hatta Haerul Anwar menegaskan penerbangan rute Lombok dari bandara Soetta berjalan normal.

"Sampai saat ini masih normal, untuk Kedatangan 10 penerbangan dan
Keberangkatan 12 penerbangan," ucap dia.

Sementara Lion Air Grup Danang Mandala Prihantoro menambahkan, maskapainya melakukan penambahan hingga 10 penerbangan.

Hal tersebut terkait dengan mengakomodir adanya lonjakan penumpang, baik itu proses pemindahan para turis yang berasal dari Lombok ataupun pengiriman para relawan yang akan melakukan kegiatan sosial di Lombok.

"Permintaanya sangat tinggi, akhirnya kami tambahkan penerbangan untuk Lombok,” ucap dia.

Gempa bumi beruntun di Lombok menyebabkan korban jiwa dan kerusakan bangunan bertambah. Gempa dengan kekuatan 6,9 SR (bukan 7 SR, telah diralat BMKG) yang mengguncang Lombok dan sekitarnya pada Minggu (19/8) pukul 19.56 WIB menimbulkan guncangan keras di Lombok Timur dan Lombok Utara dengan intensitas VI-VII MMI (kuat).

Data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB hingga Senin (20/8) pukul 10.45 WIB, tercatat 10 orang meninggal dunia, 24 orang luka-luka, 151 unit rumah rusak (7 rusak berat, 5 rusak sedang, 139 rusak ringan) dan 6 unit fasilitas ibadah.

BNPB menyebut ini adalah data sementara karena pendataan masih berlangsung. Kendala listrik padam total menyebabkan komunikasi dan pendataan terhambat. [rzk]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Gempa NTB
  3. Gempa Lombok
  4. Tangerang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini