Pasar Beriman Tomohon jual kepala piton sebesar kelapa

Senin, 3 Maret 2014 05:31 Reporter : Tommy A Lasut
Pasar Beriman Tomohon jual kepala piton sebesar kelapa Ular piton dijual diatas lapak Pasar Tomohon. ©2014 Merdeka.com/tommy

Merdeka.com - Pasar Beriman Tomohon, Sulawesi Utara, terkenal sebagai pasar yang menyediakan daging hewan-hewan tak lazim dikonsumsi masyarakat pada umumnya. Mulai dari daging babi hutan, kelelawar, tikus pohon, biawak, kucing, anjing hingga ular piton dan berbagai jenis hewan liar lainnya dapat dengan mudah ditemukan di pasar yang terletak di Kelurahan Paslaten, Kecamatan Tomohon Timur ini.

Bahkan piton raksasa sebesar pohon kelapa kerap dijual di lapak hewan kuliner yang letaknya di bagian dalam pasar. "Panjangnya sekitar delapan hingga sembilan meter," sebut Evander Keloai, salah satu penjual daging,saat menceritakan pengalamannya menjajakan hewan melata raksasa tersebut kepada merdeka.com, Sabtu (1/3).

Ketika dibawa oleh pemasok kedalam lapak, cerita lelaki yang akrab dipanggil Vander ini, beberapa pengunjung pasar langsung lari berhamburan. Pasalnya, meski telah berada dalam kondisi mati, warga sebagian masih takut lantaran ukurannya sangat besar. Bahkan, jika bagian kulit dibuka, lebarnya mencapai 1,5 meter.

"Tapi banyak pula yang datang mendekat karena penasaran melihat secara langsung ukurannya yang besar," lanjut Vander.

Meski begitu, daging ular tersebut langsung ludes dibeli pengunjung. Mulai bagian kulit hingga daging tak tersisa diborong warga dan pemilik rumah makan.

"Empedunya laku seharga Rp 100 ribu. Yang beli orang China. Katanya buat obat, gak tau obat apa," terangnya.

Ular-ular dari berbagai ukuran, menurut lelaki berpostur kecil ini, ditemukan pemasok dari hutan-hutan di daerah Palu, Kendari hingga Makassar. Hewan yang membunuh mangsanya dengan cara membelit tersebut, kerap terlindas kendaraan pemburu yang hendak berburu babi hutan.

Jika telah berada di Pasar Tomohon, daging ular dihargai sebesar Rp 50 ribu per kilogram. Jika sepakat untuk membeli, potongan daging ular akan dibakar terlebih dahulu oleh penjual sebelum dibawa pulang pembeli untuk dimasak.

"Itu akan membantu agar dagingnya awet saat dibawa pulang. Selain itu, mempersingkat proses memasak karena pembakarannya sudah dilakukan di sini," tutup Vander.

Bagi warga yang biasa mengonsumsi, daging ular paling banyak dimasak menggunakan bumbu RW (bumbu memasak daging anjing). Hanya saja, ditambahkan santan dan dimasak hingga agak kering. [has]

Topik berita Terkait:
  1. Kuliner Ekstrem
  2. Pasar Tomohon
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini