Parlemen RI minta negara asing enyah dari konflik Timur Tengah
Merdeka.com - Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Lembaga DPR RI Rofi Munawar meminta negara-negara asing tak ikut melibatkan diri dalam konflik di Timur Tengah. Menurutnya, keikutsertaan negara-negara asing justru menambah rumit konflik, seperti di Libya, Suriah dan Yaman.
"Campur tangan asing ini membuat konflik meluas. Tidak hanya faksi di internal negara tersebut, tetapi ditambah campur tangan asing," kata Rofi di Jenewa, Swiss, Selasa (26/10).
Rofi menjelaskan parlemen Indonesia juga meminta tak ada unsur politik dan kepentingan saat pembahasan soal Timur Tengah di pertemuan parlemen sedunia atau Inter-Parliamentary Union.
Selain itu dia menilai konflik masih akan terus terjadi selama faksi-faksi di Libya, Suriah atau Yaman masih terus bertikai.
"Selama mereka masih bertikai tak akan ada perdamaian. Parlemen Indonesia mendorong agar pertikaian antar faksi itu dihentikan lalu mereka duduk bersama untuk mulai menata negara," kata
Dalam kesempatan ini, Indonesia juga terus menegaskan dukungannya untuk Palestina yang berdaulat dengan ibu kota di Yerusalem Timur.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya