Para Tenis Meja Indonesia Raih Tiga Medali Emas di Yunani

Selasa, 4 Oktober 2022 11:21 Reporter : Arie Sunaryo
Para Tenis Meja Indonesia Raih Tiga Medali Emas di Yunani Tim para tenis meja Indonesia. ©2022 Merdeka.com/Istimewa

Merdeka.com - Prestasi membanggakan diraih kontingen para tenis meja Indonesia. Mereka meraih 3 medali emas, 6 perak dan 9 perunggu di pro tour Yunani bertajuk ITTF Fa20 Argostoli Para Open 2022 yang berlangsung di Pulau Kefallinia, Yunani pada 24 September hingga 2 Oktober 2022.

Ketiga medali emas dipersembahkan David Jacobs pada tunggal putra TT 10, ganda campuran XD20 melalui Shella Dwi dan Komet Akbar, serta pasangan Adyos Astan/Yayan Gunaya di nomor ganda putra MD8.

Sementara enam medali perak direbut Komet Akbar di tunggal putra TT10, Suwarti (tunggal putri TT8), David Jacobs/Hana Resti (ganda campuran XD20), Sefrianto/Tarsilem (ganda campuran XD7), Hana Resti/Shella Dwi (ganda putri WD20), serta Sefrianto yang berpasangan dengan pemain Korea Selatan, Park Jung Son di ganda putra MD4.

2 dari 3 halaman

Poin untuk Paralimpiade Paris 2024

Hasil bagus di Yunani merupakan prestasi membanggakan karena atlet Indonesia harus melewati perjalanan jauh dan melelahkan untuk bertanding.

"Saya senang bercampur capai karena harus menempuh perjalanan sangat jauh ke Yunani. Secara hasil kami cukup puas tetap harus tetap berlatih untuk meningkatkan teknik dan stamina karena lawan-lawan juga semakin bagus," ujar Adyos Astan.

"Selain prestasi, kami juga senang bisa berlaga di kejuaraan ini karena kembali bisa berinteraksi dengan pemain dari negara lain. Sangat banyak pemain muda yang berkualitas di ajang ini," imbuhnya.

Menurut dia, kejuaraan ini merupakan salah satu ajang untuk mencari poin guna lolos ke Paralimpiade Paris 2024.

Kehadiran sejumlah pemain muda berbakat di sejumlah nomor juga dirasakan David Jacobs. "Kejuaraan ini sangat penting untuk mengumpulkan poin ke Paralimpiade Paris 2022. Persaingan di Yunani untuk kelas saya banyak pemain muda yang baru dan menunjukkan perkembangan. Saya harus memperbaiki kekurangan khususnya di nomor ganda campuran," terang David.

3 dari 3 halaman

Regenerasi Atlet

Bayu Widhie Hapsara, pelatih para tenis meja Indonesia mengemukakan,
pencapaian atlet Indonesia di Yunani merupakan hasil yang membanggakan tetapi atlet dan pelatih tidak boleh berpuas diri. Munculnya sejumlah pemain muda berbakat dalam kejuaraan yang diikuti oleh 26 negara ini, akan menjadi ancaman bagi tim tenis meja Indonesia di masa mendatang.

"Saya rasa hasil yang kita dapat pada kejuaraan ini cukup bagus, karena ada pemain-pemain yang peringkat 10 besar dunia juga ikut bertanding di sini," katanya.

Menurut dia, regenerasi atlet para tenis meja Indonesia sedikit terlambat, terutama di nomor kursi roda. "Kita sangat susah untuk mencari regenerasinya," jelas Bayu.

Setelah mengikuti kejuaraan di Yunani, lanjut dia, timnas para tenis meja Indonesia selanjutnya akan mengikuti kejuaraan dunia di Spanyol pada November mendatang. Rencananya Indonesia akan mengirimkan tiga atlet, yakni David Jacobs, Suwarti dan Hana Resti.

[yan]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini