Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Para relawan PMI Jatim diminta siaga antisipasi bencana Bromo

Para relawan PMI Jatim diminta siaga antisipasi bencana Bromo Jusuf Kalla lepas relawan PMI. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur menyiapkan para relawan untuk mengantisipasi bencana erupsi Gunung Bromo, dan segala bentuk ancaman bencana yang lain. Setiap Kabupaten di Jawa Timur diwajibkan menyiapkan 50 relawan.

Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo mengatakan, para relawan tersebut harus sudah bersertifikasi. Mereka sudah siap dengan kemampuan sesuai bidang kerjanya.

"Angka 50 itu ditetapkan oleh PMI Pusat. Setiap Kota harus mempunyai relawan bersertifikasi yang selalu siap menghadapi situasi kebencanaan. Kalau untuk provinsi harus punya 100 relawan yang selalu siap," katan Imam di Hari Relawan PMI di Malang, Rabu (16/12).

Para relawan terbagi dalam beberapa bidang kemampuan, seperti memasak, evakuasi, medis dan kemampuan lain yang dibutuhkan. Mereka juga telah dilengkapi peralatan standar sesuai penggunaanya.

"Kita tidak mau, pernah mengirim relawan ke Mentawai, tetapi ternyata tidak bisa apa-apa. Karena tidak ada sertifikasi," ungkapnya.

Kendati sudah bersertifikasi, mereka tetap harus mendapat pelatihan yang bersifat koordinasi, sehingga semakin memiliki kamahiran.

Angka 50 sendiri harus siap, jika ada yang sudah tua dan uzur harus segera diganti. Pokoknya harus 50 orang per Kabupaten atau Kota. Tetapi sebenarnya yang dimiliki melebihi jumlah tersebut, tergantung daerahnya.

"Mereka harus memiliki kemampuan lebih, 1 kali 12 jam harus sudah mendirikan posko, sudah punya kelengkapan semua. Gerak cepat," katanya.

Sementara menyangkut kondisi Gunung Bromo, Imam melihat belum begitu kritis. PMI sendiri sudah menerjunkan relawan dari lima Kabupaten terdampak Gunung Bromo, yaitu Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo dan Kota Malang,

"Kondisinya belum begitu bahaya, tetapi harus diwaspadai. Sudah ada relawan disiapkan di situ. Lima wilayah sudah siap, sudah disiapkan tempat pengungsian," katanya.

Imam berharap, bencana Gunung Bromo tidak seperti tahun 2010. Tetapi apapun tetap harus diwaspadai.

"Masyarakatnya juga tidak begitu terganggu mereka tetap melakukan aktivitasnya. Penutupan bandara, tapi sebenarnya hanya mengantisipasi keamanan," tegasnya. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP