Panglima TNI Marah Besar Komandan Tidak Jujur, Kodam Cendrawasih Evaluasi Satuan
Merdeka.com - Serangan Kelompok Separatis Teroris (KST) di Pos Koramil Gome, Satgas Kodim YR 408/Sbh, Kabupaten Puncak, Papua, yang mengakibatkan gugurnya tiga prajurit TNI pada Januari 2022 membuat Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa marah besar. Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa pun langsung mengevaluasi jajarannya.
"Ya, kejadian Gome itu, pada awalnya mereka melaporkan sedang melakukan patroli. Tapi dari hasil olah TKP dan investasi di lapangan. Komandan kompi, ia tidak jujur dalam menyampaikan laporan kepada pimpinan, utamanya soal parameter keamanan yang ia lakukan, sehingga berdampak pada gugurnya prajurit yang dipimpinnya," kata Teguh Muji Angkasa, Selasa (22/3).
Pascaperistiwa Gome, Teguh Muji Angkasa langsung memberikan instruksi dan perintah kepada jajaran dalam satuannya agar tidak melakukan hal serupa.
"Ke depannya semua kejadian dan fakta-fakta di lapangan, harus dilaporkan secara jujur dan benar. Tidak boleh ada yang berbohong atau manipulasi taktif. Yang melanggar itu, pasti dikenakan sanksi," ujar Pangdam XVII/Cenderawasih.
Komandan Kompi Tidak Jujur
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa marah besar karena merasa dibohongi Komandan Kompi (Danki) atas peristiwa penyerangan Kdi Pos Koramil Gome Satgas Kodim YR 408/Sbh, Papua, pada Januari 2022. Akibat kejadian itu, 3 prajurit gugur.
Andika mengungkap kemarahannya akibat kelalaian dan kebohongan dalam laporan berimbas gugurnya tiga prajurit itu.
"Ternyata hasilnya berbohong. Yang terjadi bukan yang dilaporkan. Dan yang terjadi sebenarnya ini disembunyikan oleh si Danki dari Komandan Batalyon," tuturnya dalam video yang ditayangkan dalam akun YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa seperti dikutip.
(mdk/yan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya