Paman Mengamuk dan Bunuh Keponakan, Diduga Terkait Ilmu Hitam

Kamis, 7 November 2019 22:03 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Paman Mengamuk dan Bunuh Keponakan, Diduga Terkait Ilmu Hitam Ilustrasi mayat. ©shutterstock.com

Merdeka.com - Wayan Tangsi (65), warga Desa Subur, Kecamatan Sukamaju Selatan, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel tiba-tiba mengamuk, melukai hingga menyebabkan keponakan perempuannya Sayu Kade, (42) meninggal dunia pada Rabu (6/11). Padahal saat itu tengah dilakukan persiapan pernikahan putrinya yang sedianya berlangsung dengan suka cita pada hari ini, Kamis (7/11).

Sekitar pukul 07.00 WIB, Wayan Tangsi mengambil parang dari dapur. Dia melangkah menuju balai-balai di belakang rumah yang saat itu dipenuhi kerabat perempuan yang tengah mempersiapkan dan mengerjakan sayur mayur untuk kebutuhan pesta pernikahan.

Melihat pamannya membawa parang, Sayu Kade yang tengah membersihkan tangkai-tangkai cabai panik dan langsung turun dari balai-balai. Dia berlari menghampiri anaknya yang berusia 3 tahun yang tengah bermain.

"Belum sempat ambil anaknya, Wayan Tangsi sudah mendekat dan langsung menebas. Parangnya sangat tajam, hingga jari telunjuk dan jari tengah Sayu Kade putus, kepalanya luka menganga. Para ibu lain yang ada di balai-balai itu ketakutan dan langsung berhamburan. Amuk Wayan Tangsi baru terhenti setelah seorang laki-laki memeluknya dari belakang," kata Kapolsek Sukamaju, Ipda Kawaru.

Baca Selanjutnya: Persiapan Nikah Berujung Duka...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini