Turnamen Padel for Philanthropy telah sukses diselenggarakan di Let’s Go Padel Sunter, Jakarta Utara, pada Sabtu, 17 Januari 2026. Acara ini bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, melainkan sebuah inisiatif sosial yang kuat. Tujuannya adalah mendukung peningkatan literasi anak dan kualitas pendidikan guru di Indonesia.
Seluruh dana yang berhasil terkumpul dari turnamen ini dialokasikan secara penuh untuk program literasi melalui Credo Foundation. Inisiatif mulia ini mempertemukan para pemain padel, keluarga, serta komunitas dalam satu rangkaian kegiatan. Mereka bersama-sama memadukan semangat olahraga dengan kepedulian sosial yang mendalam.
Ian Tristan Yoncer, salah satu panitia penyelenggara, menjelaskan bahwa sumbangan ini akan membantu guru-guru dalam mengajar anak-anak yang masih membutuhkan. Program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat di berbagai daerah.
Advertisement
Advertisement
Inisiatif Pelajar untuk Pendidikan Bangsa
Padel for Philanthropy diinisiasi dan diselenggarakan oleh para siswa kelas 10 hingga 11 dari ACS Jakarta dan Jakarta Intercultural School (JIS). Mereka merupakan bagian dari program Youth Academy Mycelia (YAM), sebuah wadah kewirausahaan sosial. Program YAM mengadopsi kurikulum dari University of Pennsylvania (UPenn), memberikan landasan kuat bagi para siswa.
Ian Tristan Yoncer adalah salah satu dari delapan siswa yang terlibat aktif dalam program tersebut. Bersama Sean Patrick Lesmana, Austin Jackson Sim, Nayana Radhika, Clayton Matthew Surya, Jaden Atmadja, Jacelyn Atmadja, dan Alexander Boenjamin, mereka bertanggung jawab penuh. Seluruh proses kegiatan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan acara, berada di bawah kendali mereka.
Dedikasi para siswa ini menunjukkan semangat kepemimpinan dan tanggung jawab sosial yang tinggi. Mereka tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga menggerakkan sebuah acara besar. Inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana generasi muda dapat berkontribusi positif bagi masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Dampak Luas dan Inovasi Program Literasi
Ian Tristan Yoncer mengungkapkan dampak signifikan dari program literasi yang telah dijalankan. “Sekarang kami sudah membantu 46 ribu anak dan ini sudah ada di seratus lokasi di Indonesia,” ujarnya. Pencapaian ini menunjukkan jangkauan luas dari upaya mereka.
Meskipun demikian, Ian merasa masih banyak potensi yang bisa dieksplorasi. “Menurut kami masih ada banyak yang bisa kami lakukan,” tambahnya, menunjukkan komitmen berkelanjutan. Dana hasil kegiatan Padel for Philanthropy akan dimanfaatkan untuk mengembangkan asisten pengajar berbasis kecerdasan buatan (AI).
Program asisten AI ini dirancang khusus untuk membantu guru, terutama di daerah terpencil. Tujuannya adalah mempermudah proses pembelajaran literasi yang efektif dan efisien. Inovasi teknologi ini diharapkan mampu mengatasi tantangan geografis dan sumber daya yang terbatas.
Advertisement
Turnamen ini menghadirkan dua rangkaian utama kegiatan, yaitu Friendly Tournament yang berlangsung sepanjang hari dengan tiga kategori pertandingan. Selain itu, ada sesi MaBar atau sewa lapangan per jam yang terbuka untuk masyarakat umum dari pagi hingga sore hari.
Advertisement
Antusiasme Peserta dan Apresiasi Komunitas
Antusiasme peserta menjadi indikator positif keberhasilan kegiatan Padel for Philanthropy. Panitia penyelenggara Nayana Radhika menilai respons masyarakat sangat baik. “Mereka sangat suka acara ini karena banyak dampaknya ke masyarakat kita,” ujarnya.
Nayana menambahkan bahwa acara ini juga bertujuan untuk meningkatkan edukasi di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa turnamen tidak hanya berfokus pada penggalangan dana, tetapi juga pada kesadaran akan pentingnya pendidikan. Partisipasi aktif dari berbagai pihak sangat mendukung tujuan mulia ini.
Joyce Arta, salah satu peserta turnamen, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif para pelajar. “Saya kira apa yang dilakukan anak-anak ini hebat sekali. Bisa memiliki inisiatif membuat acara padel untuk menggalang dana,” kata Joyce. Pujian ini menyoroti kreativitas dan kepedulian sosial generasi muda.
Advertisement
Kolaborasi antara olahraga dan misi sosial melalui Padel for Philanthropy ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pihak. Inisiatif semacam ini membuktikan bahwa kegiatan positif dapat menciptakan dampak berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews