Pabrik miras oplosan di Bekasi produksi 240 kantong sehari
Merdeka.com - Polisi menggerebek sebuah rumah kontrakan di Jalan Setia Kawan, Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Rumah ini dipakai memproduksi minuman keras oplosan jenis ginseng. Miras oplosan ini merenggut tujuh nyawa warga orang di Pondok Gede, dan Bekasi Selatan.
Kanit Reskrim Polsek Jatiasih, AKP Umar Wirahadi Kusuma mengatakan, polisi baru menangkap satu orang yang bertugas sebagai peracik minuman keras oplosan yakni Nischa Romadhoni alias Doni. Sedangkan pemiliknya Ali Marhatis masih diburu karena tak ada di rumah ketika didatangi polisi.
"Setiap hari mereka memproduksi sekitar 240 kantong plastik, satu kantong dijual Rp 15.000," kata Umar, Kamis (5/4).
Hasil produksinya lalu didistribusikan ke toko jamu. Polisi baru menangkap satu orang penjualnya, Ugi dari toko jamu di Jatimekar. Enam orang korban, tiga diantaranya tewas merupakan konsumen Ugi yang berasal dari Jatibening, Pondok Gede.
Sedangkan penggerebekan toko jamu di Surya Mandala, Jatiasih tak ditemukan penjualnya. Sebab, toko milik pria berinisial O itu sudah tutup sejak dua hari lalu. Sembilan konsumen dari toko milik O di Surya Mandala, empat diantaranya tewas. Mereka warga Jakasetia, Bekasi Selatan.
Umar mengatakan, tersangka meracik menggunakan bahan-bahan seperti biang wisky, caramel, sirup, alkohol, dan minuman energi. Pihaknya masih menunggu hasil uji lab untuk mengetahui kandungan minuman yang menewaskan tujuh orang tersebut.
Berikut tujuh korban tewas akibat minuman keras oplosan di Kota Bekasi:
1. Adiansyah (22)2. Ridwan (20)3. Arifin (25)4. Abu Tolib (47)5. Abi Abustian (28)6. Anisa Adilah7. Bernik Adenan
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya