P2TP2A Beri Pendampingan ke 20 Gadis Korban Dukun Cabul di Garut

Jumat, 17 Mei 2019 02:03 Reporter : Mochammad Iqbal
P2TP2A Beri Pendampingan ke 20 Gadis Korban Dukun Cabul di Garut Ketua P2TP2A Kabupaten Garut Diah Kurniasari. ©2019 Merdeka.com/Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut menyiapkan tim pendamping bagi 20 gadis asal Cisewu yang menjadi korban pencabulan RG (26). Tim pendamping juga akan melakukan pembinaan kepada para orang tua mereka sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Kita akan memberikan pendampingan kepada para korban dan keluarganya. Pendampingan diberikan sementara proses hukum terhadap pelaku akan dilakukan oleh pihak kepolisian. Seperti biasa kita siapkan tim psikolog karena jumlah korbannya banyak dan orang tuanya juga perlu pendampingan. Mereka pasti juga tertekan dengan masalah anaknya," kata Ketua P2TP2A Kabupaten Garut, Diah Kurniasari, Kamis (16/5).

Diah menyesalkan kejadian nahas yang terjadi kepada 20 gadis asal Cisewu yang usianya masih sangat muda itu. Oleh karena itu, dia mengajak para orang tua agar lebih memberikan perhatian kepada anak-anaknya.

"Persoalan ini saya pikir karena ada terputusnya komunikasi antara orang tua dan anak sehingga mencari orang lain untuk mencurahkan segala persoalannya. Seharusnya kan kalau anak-anak mau curhat itu harusnya kepada orang tuanya. Jadi orang tua harus membuat anaknya yakin dan mempercayai ketika membicarakan apapun kepada orang tuanya," ungkapnya.

Selain itu, dia juga meminta agar para orang tua lebih 'melek' teknologi sehingga bisa melakukan monitoring terhadap aktivitas anak-anak mereka di media sosial. Ketika anak-anak mereka kemudian mencurahkan isi hatinya di media sosial, maka hal tersebut harus diwaspadai.

"Karena mulai dari situlah pelaku bisa mengetahui bahkan mengenal kelemahan korbannya, lalu menawarkan bantuan yang menjebak. Artinya si anak ini jangan dibiarkan ada ruang kosong dalam dirinya sehingga kemudian yang terjadi adalah tidak mencari sosok lain dalam kehidupannya," jelasnya.

Diah berharap apa yang terjadi menjadi pelajaran bagi anak-anak lainnya dan para orang tua, khususnya di Kabupaten Garut. Menurutnya, dengan adanya kejadian ini para orang tua harus lebih menjaga anak-anaknya, terutama di era perkembangan teknologi saat ini. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini