Otak Perampokan & Pembunuhan Driver Online di Palembang Dituntut Hukuman Mati

Kamis, 16 Januari 2020 16:32 Reporter : Irwanto
Otak Perampokan & Pembunuhan Driver Online di Palembang Dituntut Hukuman Mati Otak pembunuhan driver online di Palembang disidang. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut hukuman mati kepada Akbar Alfarizi (34), otak perampokan dan pembunuhan driver online Sofyan (44). Terdakwa dianggap orang yang merencanakan, mengajak tiga pelaku lain dan mengeksekusi korban.

JPU Purnama Sofyan mengungkapkan, terdakwa melanggar Pasal 340 ayat 23 KUHP tentang pembunuhan berencana. Aksinya terbilang sadis, terlebih melibatkan salah satu pelaku yang masih di bawah umur.

"Terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana dan melanggar Pasal 340 KUHP dan dituntut hukuman pidana mati," ungkap Purnama dalam persidangan di Pengadilan Negeri Klas IA Palembang, Kamis (16/1).

Dari fakta persidangan, terdakwa sengaja mengincar driver online dan dua kali gagal sebelum menimpa korban. Perampokan dan pembunuhan itu bertujuan memiliki mobil dan barang berharga milik korban.

"Terdakwa merencanakan perbuatan secara matang dan mengajak tiga pelaku lain," ujarnya.

Sebelum sidang ditunda, Ketua Majelis Hakim Efrata mengizinkan terdakwa menyampaikan pledoi atas tuntutan pada sidang pekan depan atau 23 Januari 2020. Terdakwa pun bersedia dan menyiapkan nota pembelaan.

"Sidang pekan depan diagendakan penyampaian pembelaan," kata hakim.

1 dari 1 halaman

Diberitakan sebelumnya, mayat Sofyan ditemukan di areal perkebunan sawit di Desa Muara Lakitan dan Kanan Dapun, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumsel, Selasa (13/11). Dia dilaporkan hilang oleh istrinya ke Polda Sumsel, Selasa (30/10).

Keberadaan driver Grabcar itu tak diketahui lagi usai mengantar orderan dari kawasan KM5 menuju KFC Simpang Bandara Palembang sehari sebelumnya. Dari hasil penyelidikan polisi, korban ditumpangi empat orang yang menggunakan akun seorang perempuan yang tidak dikenal para pelaku.

Dalam perjalanan, korban dicekik dan dihujani pukulan hingga tewas. Dia dan mobilnya dibawa kawanan pelaku ke arah Musi Rawas Utara.

Polisi telah meringkus tiga pelaku, yakni FR (16) yang sudah divonis 10 tahun penjara, serta Ridwan (42) dan Acundra (21). Ketiga tersangka mengaku diajak Akbar merampok sopir angkutan online dan sengaja datang ke Palembang dari kampungnya di Musi Rawas Utara. Acundra dan Ridwan dijatuhi hukuman mati, sedangkan FR 10 tahun penjara. [ray]

Baca juga:
Motif Pembunuhan Driver Taksi Online di Palembang: Dendam
Sopir Taksi Online di Palembang Tewas Dibunuh Penumpang
Buron 3 Bulan, Pembunuh Sopir Grabcar Hidup Berpindah-pindah di Luar Sumsel
Berpindah-pindah, Otak Pembunuhan Driver Grabcar Sembunyi di Gunung
Masih di Bawah Umur, Perampok Driver Grabcar di Palembang Dituntut 10 Tahun Bui

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini