Otak Pemerkosa dan Pembunuh Inah Antimurti Adalah Mantan Pacar Saat SMA

Rabu, 23 Januari 2019 20:45 Reporter : Irwanto
Otak Pemerkosa dan Pembunuh Inah Antimurti Adalah Mantan Pacar Saat SMA Empat pembunuh dan pemerkosa ditangkap. ©2019 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Kasus perkosaan dan pembunuhan Inah Antimurti (20) oleh lima pelaku memunculkan fakta baru. Otak pelaku, AS (DPO) ternyata adalah mantan kekasih korban saat masih duduk di bangku SMA.

Sepupu korban, Jaka Saputra (26) mengaku mengenal baik dengan pelaku AS karena pernah berpacaran dengan korban. Mereka tidak pernah lagi bertemu sejak korban menikah.

"Dulu mereka (korban dan AS) pacaran, seingat saya waktu SMA," ungkap Jaka di RS Bhayangkara Palembang, Rabu (23/1).

Dikatakannya, korban dan AS kembali berkomunikasi dan intens bertemu sejak korban bercerai dengan suaminya baru-baru ini. Hanya saja Jaka tidak mengetahui lebih dalam tentang hubungan keduanya.

"Saya tidak tahu persis apa pacaran lagi atau tidak karena Inah itu orangnya tertutup, tidak mau cerita soal pribadi," kata dia.

Jaka menyebut sudah lama mengetahui AS berprofesi sebagai pengedar narkoba. Keluarga pun berkali-kali meminta korban agar menjaga jarak dengannya agar tidak terpengaruh.

"Kami bingung juga soal utang itu, kok bisa Inah punya utang sama pengangguran itu, AS kan pengedar narkoba. Kami tidak yakin Inah ikut-ikutan juga," terangnya.

Paman korban, Burhan (40) menjelaskan, Inah pernah bercerita ingin mengurus surat pindah alamat dari desa mantan suaminya ke kampung kelahirannya di Desa Pedataran, Gelumbang, Muara Enim. Pada malam kejadian, korban pun minta izin menemui mantan mertuanya untuk mengurus pengajuan.

"Teleponnya tidak aktif lagi, mantan mertuanya bilang tidak ketemu. Kami kaget baca di Instagram ada mayat terbakar, dari situ kami curiga, ternyata benar dia Inah," kata dia.

Menurut dia, perbuatan para tersangka diluar nalar manusia. Mereka juga bermaksud membuang barang bukti agar tidak tercium polisi dan terlepas dari hukum.

"Allah Maha Adil, Allah buka semuanya jadi terungkap. Tidak ada balasan yang setimpal kecuali hukuman mati," harapnya. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini