Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Open house Menteri Khofifah di Surabaya dihadiri lintas agama

Open house Menteri Khofifah di Surabaya dihadiri lintas agama Khofifah open house di Surabaya. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Usai menggelar open house hari pertama Lebaran 2017 di rumah dinas menteri sosial (Mensos), Jalan Widya Chandra, Jakarta, Mensos Khofifah Indar Parawansa kembali menggelar open house di rumah pribadinya, Jalan Jemursari, Surabaya, Jawa Timur, Senin (26/6).

Tak hanya kerabat dan kolega yang datang, masyarakat umum serta tokoh lintas agama juga datang bersilaturahmi dengan Khofifah di Surabaya. Sejumlah pendeta Kristen dari Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Indonesia datang.

Ketum Bamag Indonesia, Agus Susanto mengatakan, di Hari Raya Idul Fitri 2017 ini, dia datang bersama sejumlah pendeta dari Surabaya, Sidoarjo dan Malang ke rumah Khofifah.

"Tali silaturahmi itu tidak memandang siapa. Baik dari umat Kristen kepada umat Muslim, atau sebaliknya. Tapi dalam rangka lebaran ini, Idul Fitri ini kami datang sebagai perwakilan umat Kristen di Indonesia kepada salah satu tokoh perempuan nasional kita, Ibu Khofifah," ungkap Agus usai bertemu Khofifah.

Menurut Agus, hubungan silaturahmi antara Bamag dan Khofifah sudah terjalin cukup lama dan melalui berbagai proses panjang. "Sehingga hubungan antara Ibu Khofifah yang beragama Muslim dengan kami yang beragama Kristen, tidak bisa dipisahkan dengan apapun di Indoensia ini," tegasnya.

Khofifah juga membuktikan, masih terang Agus, bahwa sebagai tokoh perempuan, sekaligus menteri sosial, suami alumnus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini mampu menjadi ‘magnet’ untuk menyatukan perbedaan di Indonesia. "Sehingga hakekat dari silaturahmi itu kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. Itu ada dalam diri Ibu Khofifah," tegasnya.

Sementara Khofifah menjelaskan, kedatangan para pendeta Kristen dari Bamag Indonesia ini, dalam rangka membangun persaudaraan dan tali kasih antar umat. "Saya ingin membawa sesuatu yang subtantif. Bahwa silaturahim itu membagun tali kasih dan persaudaraan. Salaman (jabat tangan) itu artinya membangun perdamaian," kata Khofifah.

Ketum PP Muslimat NU ini juga mengajak seuruh umat Isam merevitalisasi bangunan persaudaraan melalui momentum Hari Raya Idul Fitri. "Tali kasih, tali persaudaraan itu dibangun dengan upaya damai. Hari ini sebenarnya, hari di mana warga bangsa melakukan revitalisasi bangunan kasih itu," jelas Khofifah.

"Bangunan persaudaraan diikat dengan upaya membangun hidup yang damai. Nah, kebetulan Idul Fitri kali ini saya berbahagia mendapatkan tamu dari para pendeta di Jawa Timur," tandas Khofifah. (mdk/ded)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP