Omzet produksi oli palsu di Bekasi ratusan juta rupiah per bulan
Merdeka.com - Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto mengatakan, tersangka YP sudah memproduksi oli palsu merek terkenal sejak delapan bulan lalu. Dalam satu hari, produksinya bisa mencapai 100 botol berbagai ukuran 1 sampai 5 liter dengan omzet mencapai ratusan juta rupiah dalam sebulan.
"Tersangka mengaku sebelumnya produksi di wilayah Toyogiri, Tambun. Di sini baru beroperasi selama dua hari," kata Indarto di lokasi penggerebekan, Perumahan Bumi Bekasi Baru jembatan 17, Kelurahan Bojongmenteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Selasa (23/1) malam.
Dari pengakuan itu, polisi dapat menyimpulkan bahwa omzet tersangka mencapai belasan juta rupiah dalam sehari. Agar produksinya laku di pasaran, tersangka menjualnya dengan harga lebih rendah 40 persen di banding oli aslinya. Indarto mengatakan, oli di pasaran harganya Rp 170 ribu, tersangka menjualnya hanya Rp 130 ribu.
"Tersangka memasarkannya ke daerah di Jawa Tengah, untuk wilayah Bekasi mereka menjual secara eceran," kata dia.
Dengan banyaknya omzet tersangka, polisi memblokir rekening tersangka. Kini penyidik sedang mendalami aliran uang dari hasil bisnis ilegal tersebut. Sejauh ini baru dua orang ditetapkan sebagai tersangka, yaitu pemiliknya berinisial YP, dan anak buahnya IJ alias Luminto.
Diberitakan sebelumnya, aparat Polres Metro Bekasi Kota menggerebek sebuah rumah dipakai produksi oli palsu di Perumahan Bumi Bekasi Baru, Kelurahan Bojongmenteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Dari lokasi, polisi menyita ribuan botol oli palsu siap edar dan bahan bakunya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya