Omzet bazar sembako Yayasan Hati Suci untuk beasiswa panti asuhan
Merdeka.com - Pasar Murah kembali digelar Yayasan Hati Suci di Rumah Kasih Hati Suci,Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sebanyak 1900 paket sembako dijual seharga Rp 50 ribu ini membuat ribuan warga Kampung Bali dan sekitarnya berbondong-bondong untuk mendapatkannya.
Pasar Murah yang rutin dilakukan setiap tahun di bulan Ramadan ini bertujuan untuk saling berbagi terhadap sesama menjelang hari raya Idul Fitri.
"Terus terang kita banyak sekali menerima sumbangan yang tidak bisa kita pakai sendiri, lalu apa salahnya kalau berlebihan kita berbagi dengan masyarakat," kata Ketua Yayasan Hati Suci Francisca Setiati di Rumah Kasih Hati Suci, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (12/6).
Tak hanya kebutuhan sembako seperti beras, gula, minyak goreng dan sirup. Kebutuhan lainnya seperti alat tulis, pakaian layak, dan berbagai kebutuhan menjelang lebaran lainnya.
Harganya pun bervariasi dan terbilang terjangkau. Untuk pakaian dijual mulai harga Rp 3 ribu hingga Rp 25 ribu. Sementara mainan anak-anak dijual harga Rp 5 ribu -Rp 50 ribu.
"Hasil penjualan yang kami dapatkan nantinya akan dialokasikan untuk dana pendidikan anak-anak panti asuhan seperti beasiswa hingga perguruan tinggi," tutur Francisca.
Dia juga menceritakan antusias warga yang datang ke Pasar Murah ini setiap tahunnya selalu bertambah. Kegiatan yang diselenggarakan sejak tahun 2000 ini memang menjual bahan pokok dengan harga yang murah. Sehingga, tak kurang uang yang terkumpul dari hasil penjualan mencapai Rp 200 juta.
"Biasanya pada kegiatan ini kami dapat mengumpulkan lebih kurang Rp 200 juta setiap tahun untuk beasiswa pendidikan Panti Asuhan Hati Suci. Kami berharap tahun ini bisa mengumpulkan dan lebih banyak lagi supaya semakin banyak anak-anak yang dapat menggapai pendidikan tinggi," terangnya.
Untuk diketahui, Yayasan Hati Suci pertama kali didirikan pada tahun 1914 oleh seorang wanita asal Jepang bernama Lie Tjan Tjoen dengan nama Rumah Ati Soetji. Awalnya rumah ini merupakan tempat penampungan bagi korban perdagangan wanita.
Namun, saat ini Rumah Ati Soetji telah berkembang menjadi panti asuhan yang bukan hanya menampung korban trafficking, tetapi menampung juga anak perempuan yang terlantar maupun anak-anak korban kekerasan.
(mdk/hrs)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya