Nyawa Prada Riki berakhir di arena biliar

Jumat, 6 Januari 2017 07:04 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Ilustrasi Pengeroyokan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Nasib tragis dialami anggota TNI Angkatan Udara, Prajurit Dua (Prada) Riki Hidayat. Ia tewas dikeroyok ketika bermain biliar di Bilyard Main Ball Ruko di Jalan Raya Pondok Gede, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/1) malam.

"Benar kejadian itu, sekarang masih dalam penyelidikan kepolisian dan POM," ujar Kadispenau, Marsekal Pertama TNI Jemi Trisonjaya kepada merdeka.com, Kamis (5/1).

Kejadian berawal ketika Prada Riki bersama rekan-rekannya salah satunya Serka Bayu Wicaksono bermain biliar mendadak didatangi puluhan orang tak dikenal secara hingga sempat terjadi percekcokan. Tak berapa lama terjadilah keributan Prada Riki bersama temannya dengan sejumlah orang tersebut.

Keributan yang tak seimbang itu membuat Riki dan rekan-rekannya kocar-kacir. Namun, nahas bagi Riki. Anggota yang bertugas di Kesatuan Kodiklat AU Halim Perdanakusuma, itu tewas setelah tertinggal di lokasi hingga menjadi bulan-bulanan kelompok tersebut.

Riki dikeroyok menggunakan potongan pipa dan stik biliar. Akibatnya, Riki tewas karena mengalami luka sebanyak 13 tikaman.

Dari hasil identifikasi, luka yang diderita korban di bagian punggung, tangan kanan dan kiri, pangkal lengan kiri, rusuk sebelah kiri, dan kepala bagian belakang. Jenazah korban kini diautopsi di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Korban mengalami luka tusuk. Saat ini masih di Rumah Sakit Halim," kata Jemi.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Dedy Supriyadi mengatakan, pelaku penusukan hingga mengakibatkan Prada Riki Hidayat tewas diduga berprofesi sebagai debt collector. Hingga Kamis (5/1) sore, tiga pelaku telah dibekuk.

"Pelaku diduga debt collector," kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Dedy Supriyadi.

Dedi mengatakan, ketiga pelaku ditangkap di kawasan Bekasi. Sementara ini, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.

"Sudah ketangkap, sementara ada tiga orang dalam pemeriksaan dan penyidikan," kata dia.

Kasus pengeroyokan hingga memakan korban jiwa seorang perwira TNI bukan kali ini terjadi. Seorang anggota TNI Praka Suratman yang bertugas di Korem 142/Tatag, tewas di sebuah tempat karaoke yang berada di Jalan Monginsidi, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, Selasa (15/11) sekira pukul 02.20 WITA. Dia tewas karena ditikam badik oleh seorang pengunjung di tempat karaoke itu setelah sebelumnya di awali keributan. [gil]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.