Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Novel sebut kalau tak bentuk TGPF jadi preseden buruk pemerintah

Novel sebut kalau tak bentuk TGPF jadi preseden buruk pemerintah Novel Baswedan di rumahnya. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan bersikukuh adanya Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) terkait penyiraman air keras terhadapnya, April 2017. Menurutnya hal ini penting dilakukan sebagai bentuk perlindungan bagi aparat penegak hukum saat melaksanakan tugasnya.

Kegigihannya terbentuk TGPF disebut Novel bukan bentuk paksaan. Dia berujar, dibentuk tidaknya TGPF merupakan hak prerogatif Presiden Joko Widodo

Hanya saja menurut Kasatgas kasus korupsi proyek e-KTP itu, jika tidak dibentuk TGPF menimbulkan preseden buruk bagi pemerintah saat ini.

"Beliau yang lebih tahu dan Presiden akan ambil kebijakan semoga yang terbaik. Saya berharap ini tidak bisa dibiarkan. Kalau dibiarkan ini suatu hal yang buruk dan tentu preseden buruk bagi penegakan hukum dan bagi pemberantasan korupsi," ujar Novel di kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (27/2).

Meski saat ini belum ada lampu hijau dari Presiden perihal TGPF, Novel menuturkan tetap menaruh optimis terhadap pimpinan KPK dalam melindungi seluruh pegawainya. Hal ini disebutkan dengan dukungan pimpinan KPK kepadanya dalam kasus yang hingga saat ini belum menemukan titik terang.

"Semuanya mendukung bentuknya banyak saya tidak bisa sebutin satu per satu," ujarnya.

Diketahui, penyidik Novel Baswedan mengalami rangkaian operasi pada bola mata kirinya akibat tersiram air keras oleh orang tak dikenal seusai menjalani salat Subuh di Masjid dekat kediamannya, April 2017. Mantan Kasatgas kasus korupsi simulator SIM itu kemudian menjalani perawatan medis pada sebuah Rumah Sakit di Singapura selama hampir 10 bulan.

Selama itu pula, beberapa orang diperiksa untuk dimintai keterangannya oleh penyidik Polda Metro Jaya. Terbaru, penyidik mempublikasi sketsa wajah tiga orang terduga terlibat dalam peristiwa nahas tersebut. Namun, belum ada tindak lanjut dari publikasi sketsa tersebut.

Novel mengatakan, dirinya tidak memungkinkan jika dikonfirmasi mengenai sketsa wajah yang telah dipublikasi polisi.

"Saya tidak melihat secara langsung begitu juga dengan pelaku saksi-saksi lain banyak lihat. Kendala saya melihat dan saya tidak ingin masuk ke hal seperti itu," ujarnya.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP