Nikmati nasi jagung khas Tuban, Puti janji lestarikan khasanah kuliner Indonesia
Merdeka.com - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno beserta rombongan menuju sebuah gang kecil di Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding, Tuban. Rombongan itu berhenti di sebuah warung sederhana bernama 'Warung Jangkar'.
Warung ini konon sudah dikenal luas di masyarakat Tuban. Berdiri sejak puluhan tahun lalu dan memiliki ciri khas masakannya yang pedas menggoda. Saking penasarannya, Cucu presiden RI tersebut masuk ke dapur ikut memasak dan menumis bumbu. Dengan dibantu salah seorang juru masak, hingga jadilah masakan pesanan Lele Pedas dengan nasi jagung.

Dengan santai, Puti menyantap kuliner itu dengan 'muluk'. Meski tanpa menggunakan sendok, ia terlihat lahap memakan menu sederhana itu. Ia mengaku sejak lama senang menikmati kuliner olahan lele. Apalagi setelah sebelumnya ia baru saja blusukan ke Pasar Baru Tuban. "Rasanya pedas, tapi bikin ketagihan. Bumbunya juga pedas gurih," kata istri Joy Kameron ini.
Ia juga menambahkan, ini merupakan pengalaman pertamanya makan dengan nasi jagung dan ia takjub. Mantan anggota DPR Dapil Jawa Barat ini tidak pernah menemukan hidangan nasi jagung seperti di daerah asalnya.
Di Warung Jangkar ini tidak hanya menyediakan lele, ada menu lainnya seperti belut, becek mentog dan jeroan belut. Tentunya dengan pilihan nasi putih atau nasi jagung. Bagi pelanggan yang suka dengan rasa pedas level tinggi, bisa meminta tambahan bumbu yang bentuk dan tampilannya seperti sambal dan berwarna orange itu.

Menurut dia, kuliner seperti ini merupakan khazanah bangsa Indonesia yang patut dijaga dan dikembangkan. "Sehingga memiliki nilai jual, dan akhirnya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat kita," katanya.
Hampir di setiap daerah, Puti selalu menyempatkan untuk mencicipi hidangan khas lokal. Seperti sebelumnya di Lamongan, Puti sarapan nasi baronan. Kemudian di Madura, ia menyantap kuliner terkenal Bebek Songkem. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya