Ngabalin: Tidak Boleh Ada Darah dan Air Mata Lagi Mengalir di Tanah Papua
Merdeka.com - Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin menyakini, inside yang terjadi di Papua maupun Jawa Timur tak akan berlangsung lama. Sebagai warga kelahiran Fakfak, dia mengatakan, tanah Papua merupakan tanah yang dijanjikan Tuhan untuk tak ada lagi darah dan air mata.
"Jadi tentunya sehari dua hari lah situasi ini akan damai dan sejuk dan banyak orang lain yang bisa menyampaikan pesan-pesan damai Tanah Papua itu tanah yang dijanjikan untuk Tuhan, jadi tidak boleh ada darah dan air mata lagi mengalir di tanah Papua," katanya di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (19/8).
Selain itu, Ngabalin berterimakasih atas kesadaran masyarakat di Papua dan sekitarnya untuk tidak terpancing emosi serta menjaga situasi kondusif.
"Saya Ali Mochtar Ngabalin tentu menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kesadaran masyarakat di Papua, Papua Barat, Sorong, Fakfak, Bintuni dan lainnya bisa menjaga situasi ini dengan aman dan damai," ujarnya
Dia menegaskan, pemerintah melarang keras menyebarkan konten foto maupun video di media sosial terkait insiden tersebut. Menurutnya, hal itu cenderung memprovokasi publik.
"Diimbau untuk kepada semua pihak untuk tidak menyebarkan foto-foto video-video yang cenderung memprovokasi publik, memprovokasi masyarakat, karena itu akan membuat situasi yang tidak bagus bagi orang Papua. Baik di Jayapura, baik di Manokwari, diseluruh tanah Papua maupun yang ada dibeberapa tempat lain," bebernya.
"Dalam rapat koordinasi tadi dengan pak Menko, diimbau kepada seluruh masyarakat bisa lebih teliti untuk tidak ikut menyebarkan berita-berita yang hoax, memprovokasi, konten-konten yang memanas-manasi. Sehingga tidak lebih banyak menimbulkan masalah negatif di publik," pungkas Ngabalin.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya