Nekat Mudik ke Madiun Bakal Diisolasi di Bekas Penjara Belanda yang Angker

Senin, 5 April 2021 21:14 Reporter : Erwin Yohanes
Nekat Mudik ke Madiun Bakal Diisolasi di Bekas Penjara Belanda yang Angker Arus balik libur Nataru di Terminal Kampung Rambutan. ©2021 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Nekat mudik ke Kota Madiun? Siap-siap saja menghuni tempat isolasi bekas penjara peninggalan penjajah Belanda. Tidak sekadar bekas penjara, namun tempat tersebut juga dikenal cukup angker.

Bekas penjara peninggalan penjajah Kolonial Belanda ini sengaja disiapkan oleh Pemerintah Kota Madiun, untuk para pemudik dengan tujuan kota pecel tersebut. Para pemudik yang tetap saja nekat pulang kampung meski ada larangan dari pemerintah, akan diisolasi di bekas penjara tersebut.

"Saya sedang koordinasi dengan Pak Danrem bila perlu tempat angker (penjara peninggalan Belanda) itu saya gunakan. Lokasinya di bekas rumah tahanan militer,” tegas Wali Kota Madiun, Maidi, Senin (5/4).

Wali Kota Maidi menjelaskan, pilihan bekas penjara Belanda itu sebagai tempat isolasi bagi para pemudik dirasa cukup tepat. Sebab, para pemudik yang pulang kampung di masa pandemi itu, dianggap nekat meski sudah ada larangan dari pemerintah untuk tidak mudik.

“Itu merupakan bekas penjara militer. Siapa yang berani masuk ke situ,” tambahnya.

Lalu, mengapa tidak diisolasi di hotel? Maidi menyebut jika diisolasi di hotel, pemudik dianggap keenakan. Sehingga, ia pun berinisiatif untuk memakai bekas penjara Belanda yang terkenal angker tersebut.

Ia pun menjelaskan, berdasarkan sejarah rumah tahanan militer yang berada dibelakang kompleks Gereja Katolik Santo Cornelius Kota Madiun merupakan bekas penjara peninggalan penjajah Belanda

“Di rumah tahanan militer itu ada ruang bekas penjara (peninggalan penjajah Belanda),” jelas Maidi.

Diketahui, rumah tahanan militer yang terletak di Kelurahan Pangongangan, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun merupakan aset Kodam V Brawijaya.

Penjara itu dibangun penjajah Belanda tahun 1818. Rumah tahanan itu dahulunya merupakan penjara bagi tahanan sipil yang dianggap memberontak pemerintahan.

Selain bekas penjara peninggalan penjajah Belanda, Pemkot Madiun juga menyiapkan tempat isolasi lain bagi warga yang mudik di asrama haji dan Stadion Wilis.

“Karena ini instruksi pusat maka Pemkot Madiun dan forpimda mengikuti semuanya. Tetapi kalau ada yang memaksa maka kami siapkan tempat isolasi. Artinya kalau dia datang dan melanggar mohon maaf kami isolasi,” tegasnya. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini