Nekat mendaki hingga ke Puncak Gunung Agung, turis asal Rusia diamankan
Merdeka.com - Wisatawan asal Rusia bernama Evgnil Cklippikov terpaksa digiring ke pos pengamanan lantaran aksi nekatnya mendaki ke puncak Gunung Agung Karangasem, Kamis (28/12). Tidak hanya itu, upaya pendakian yang ditempuhnya lebih dari 6 jam itu, juga sempat diabadikannya dalam rekaman video hampir 4 menit tentang aktivitas magma dalam mulut kawah Gunung.
Saat diinterogasi polisi, ia mengaku mulai melakukan pendakian pada dini hari. Dia juga sudah lebih dari dua kali mendaki Gunung Agung sebelum kondisi Gunung di Gumi Lahar ini bergolak.
"Pengakuannya sejak erupsi baru sekali ini mendaki. Kalau sebelumnya sudah pernah dan lebih dari sekali," aku petugas kepolisian di Polres Karangasem, Kamis (28/12).
Sementara itu, Kapolres Karangasem, Ajun Komisaris Besar Wayan Gede Ardana menjelaskan, dari hasil interogasi, pria 36 tahun tersebut mengaku tidak tahu jika Gunung Agung dalam situasi bahaya.
"Info dari Kapolsek Selat setelah ditanya kepada yang bersangkutan, dia tidak tahu kalau itu zona berbahaya," kata Ardana.
Evgnil naik ke pucak Gunung Agung melalui Pura Pasar Agung, Selat sekitar pukul 02.20 WITA semalam. Ia berada di puncak Gunung Agung sekitar 1,5 jam. Ia memotret kawah gunung yang terus terisi dengan lava tersebut. Pukul 11.48 WITA ia tiba di Dusun Sogra, Desa Sebudi, Selat (Pura Pasar Agung).
"Kondisinya baik-baik saja. Sekarang lokasi pendakian yang dilalui oleh yang bersangkutan telah diportal agar tak ada lagi yang naik ke atas," jelasnya.
Kapolres kembali menegaskan jika radius 8-10 kilometer dari puncak Gunung Agung merupakan zona bahaya yang rawan untuk dikunjungi. Ia meminta semua pihak menaati rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
"Taatilah rekomendasi PVMBG, taati rekomendasi pemerintah untuk keselamatan pribadi masing-masing," ujarnya. (mdk/rzk)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya