'Negeri ini kurang silaturahim, bahasa anak muda kurang ngopi'
Merdeka.com - Dua organisasi pemuda muslim terbesar di Indonesia, Barisan Serbaguna (Banser) NU dan Komando Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Muhammadiyah berkumpul dalam acara Apel Kebangsaan Pemuda Islam Indonesia yang digelar di Lapangan Siwa, Kompleks Candi Prambanan, DIY, Sabtu (16/12). Dalam Apel Kebangsaan ini kedua kelompok pemuda ini mencari persamaan untuk membangun Indonesia.
Ketua Kokam Muhammadiyah, Dahnil Anzhar Simanjuntak menuturkan, jika perbedaan yang ada di Kokam maupun Banser NU bukanlah suatu permasalahan. Perbedaan, lanjut Dahnil merupakan bagian dari proses berpikir masing-masing organisasi.
"Justru ketika kita berbeda, itu tanda kita berpikir. (Tanda) Pemuda Muhammadiyah berpikir, GP Anshor berpikir. Hanya sekarang bagaimana menyikapi perbedaan itu. Jadi, kita gembirakan saja perbedaan itu," kata Dahnil.
Dahnil menerangkan, jika Apel Kebangsaan yang diikuti oleh Kokam Muhammadiyah dan Banser NU merupakan wujud silaturahmi dari kedua organisasi. Adanya silaturahmi dianggap Dahnil merupakan salah satu cara untuk meredam kondisi Indonesia yang kondisi politiknya semakin panas.
"(Apel kebangsaan) Ini bukti kami bisa bersilaturahim. Negeri ini kurang silaturahim, kalau bahasa anak muda kurang ngopi. Nah jadi hari ini sebenarnya kami ngopi-ngopi, untuk memastikan kami bisa gotong-royong bareng-bareng, kemudian membentuk yang disebut ikatan hati antara pemuda Islam," ungkap Dahnil.
Sedangkan menurut Ketua Umum Banser NU, Yaqut Cholil Qoumas kegiatan Apel Kebangsaan ini menjadi sebuah sejarah tersendiri. Kegiatan Apel Kebangsaan, sambung Yaqut merupakan pertama kalinya acara antara Kokam dan Banser diselenggarakan.
"Kegiatan ini adalah awal dari sebuah langkah besar. Ke depan akan dilanjutkan dengan kegiatan yang lebih konkret dan besar," urai Yaqut.
Yaqut menambahkan jika selama ini masyarakat terbiasa melihat perbedaan antara satu dengan yang lainnya. Seharusnya, kata Yaqut, pemuda-pemuda Indonesia mencari berbagai persamaan di antara mereka. Dengan adanya persamaan akan membuat pemuda bisa membuat apa saja termasuk membuat Indonesia lebih baik dan maju lagi.
"Banyak persamaannya. Di sini ketemu. Sama-sama Indonesia. Sama-sama muslim. Sama2 mencintai bangsa dan negara ini. Sama sama mencintai bumi. Kesamaan itu banyak yang selama ini tidak pernah kita cari. Yang selama ini cari adalah perbedaan. Hari ini kita akan mulai mencari persamaan di antara pemuda Indonesia terutama pemuda muslim," tutup Yaqut.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya