Nasib tukang becak di Bekasi, selalu dirazia & kini jadi nganggur

Kamis, 5 Maret 2015 12:48 Reporter : Adi Nugroho
Nasib tukang becak di Bekasi, selalu dirazia & kini jadi nganggur Razia becak di Bekasi. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Usep, pria paruh baya hanya bisa pasrah ketika becaknya diangkut oleh Satuan Polisi Pamong Praja, Kota Bekasi, pagi tadi. Pria berusia 55 tahun tersebut terjaring razia becak di Jalan Juanda, Kecamatan Bekasi Timur.

"Mau bagaimana lagi, hanya ini kerjaan satu-satunya untuk mencari nafkah," kata Usep saat ditemui di Jalan Juanda, Kamis (5/3).

Pemerintah Kota Bekasi sudah setahun lebih memberlakukan Jalan Juanda bebas dari becak. Tapi, mayoritas warga yang menggantungkan hidupnya melalui jasa angkutan becak enggan menaatinya.

"Sekarang kalau enggak narik becak, anak istri makan apa di rumah?" tutur warga Kampung Dua, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi tersebut.

Usep bersama puluhan pengayuh becak lainnya terjaring razia jika Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bekasi menggelar razia. Dia juga tak dapat berbuat banyak ketika becak andalan keluarga diangkut ke Kantor Pemkot Bekasi.

"Terpaksa menganggur seminggu, karena habis ini sidang Tipiring (Tindak Pidana Ringan). Dan becak bisa diambil seminggu kemudian," kata bapak empat anak ini.

Dia mengaku sudah menarik becak di sekitar Jalan Juanda selama puluhan tahun, jauh sebelum ada peraturan pelarangan becak di lokasi tersebut. Karena itu, dia meminta kepada pemerintah setempat kembali memberlakukan aturan lama.

[hhw]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Razia Kendaraan
  3. Satpol PP
  4. Bekasi
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini