Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Nasdem lapor ke Bawaslu soal larangan salati pendukung penista agama

Nasdem lapor ke Bawaslu soal larangan salati pendukung penista agama masjid sholatkan pendukung ahok. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Bestari Barus menyampaikan, pihaknya telah melaporkan ke Bawaslu akan adanya sebuah masjid yang melarang masyarakat untuk salat jenazah terhadap salah satu pendukung calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta.

"Ya itu kan MUI sudah keluarkan juga ada statement bahwa sholatin jenazah itu fardu kifayah. Politisasi masjid itu menjurus kepada pihak atau paslon tertentu sudah kita sampaikan ke Bawaslu untuk melakukan tindakan yang diperlukan," ujarnya ketika dikonfirmasi, Minggu (26/2).

Menurutnya, masjid seharusnya menjadi tempat yang sejuk dan netral. Selain itu, lanjutnya, masyarakat diminta tidak terpancing atas berita sepeti itu.

"Kalau perlu ya untuk menjaga netralitas masyarakat, bisa saja meminta supaya pengurus masjid yang memolitisasi masjid sebaiknya dihentikan dan diabaikan saja karena itu pernyataan yang sesat," katanya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat melakukan Salat Jumat di Masjid Al-Waqfiyah, Salemba, Jakarta Pusat. Masjid ini merupakan tempat di mana beredar isu tidak akan mensalati dan tahlilkan pendukung pasangan calon tertentu.

Djarot saat menjadi khatib salat Jumat sempat menyinggung isu tersebut di hadapan jemaah. Di mana ternyata isu tersebut merupakan indikasi salah atau hoax.

"Ada satu pengumuman dari Masjid Al-Waqfiyah ini yang menyatakan bahwa kira-kira, bagi umat muslim yang memilih pasangan calon tertentu kalau meninggal dunia tidak akan disalati, tidak dibacakan tahlil," katanya, Jumat (24/2).

(mdk/hrs)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP