Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Napi di Riau kabur, pemerintah mau buat lapas jauh dari warga

Napi di Riau kabur, pemerintah mau buat lapas jauh dari warga Ilustrasi penjara. ©2012 Shutterstock/rook76

Merdeka.com - Pemerintah tengah mempertimbangkan untuk membangun lembaga permasyarakatan (Lapas) yang jauh dari pemukiman warga. Rencana ini menyikapi kejadian kaburnya 448 tahanan Rutan Sialang Bunguk di Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau, setelah bentrok dengan sipir, Jumat (5/5) sekitar pukul 11.30 WIB.

"Sudah muncul gagasan kita akan menempatkan lapas-lapas baru jauh dari pemukiman agar tidak mudah interaksi dengan masyarakat sekitarnya," kata Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/5).

Tujuan dari wacana ini agar para narapidana tidak mudah berinteraksi dengan masyarakat. Sebab, kata dia, banyak narapidana yang tetap melakukan tindakan kriminal dari dalam Lapas karena mudah berinteraksi dengan warga.

"Kalau interkasi itu masih terjadi dengan mudah dan gampang maka apa yang terjadi lapas menjadi pusat produksi narkoba, lapas menjadi bagian dari proses sosialisasi aktivitas negatif, apakah masalah terorisme atau masalah pecandu narkoba dan sebagainya, karena kapasitas sudah kelebihan," tegasnya.

Wiranto menyebut pemerintah telah menetapkan sejumlah lokasi untuk pembangunan lapas-lapas baru. Apalagi, kebanyakan lapas di Indonesia adalah peninggalan pemerintah Belanda. Akan tetapi, biasanya pihak Belanda membangun Lapas di pinggiran kota. Sementara, lapas-lapas yang saat ini ada letaknya justru berada di tengah kota.

"Kita sudah memilih beberapa lokasi-lokasi pertama di luar pemukiman. Lapas-lapas kita ini kan peninggalan Belanda, dulu barangkali membangun lapas ini masih di pinggir kota," terangnya.

"Cipinang itu kan di pingir kota, kemudian Bandung Sukamiskin itu di luar kota, sekarang sudah di tengah kota sehingga tidak memungkin aman dari praktik-praktik kulirisasi hal-hal negatif kepada masyarakat lainnya," sambung Wiranto.

Kendati demikian, mantan Pangab ini tidak bisa menjelaskan lebih detil rencana proyek lapas baru. Wiranto menuturkan, Menkum HAM Yasonna Laoly yang lebih tahu detil dari rencana pembangunan lapas-lapas baru.

"Detailnya nanti ya Menkum HAM yang melaksanakan. Tapi konsep itu sudah ada sekarang ini ada kerancuan di lapas dan lari itu karena ada ekses dari kelebihan muatan," ungkapnya.

Soal masalah narapidana kabur di Rutan Sialang Bunguk, Wiranto menyebut hal tersebut terjadi karena lapas kelebihan kapasitas.

"Ada yang kelebihan 50 persen, dan kelebihan 100 persen kita sedang menangani itu. Sedang menata kembali untuk menertibkan lapas-lapas yang over load," tutupnya.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP