Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Musim hujan, sejumlah wilayah di Yogyakarta rawan banjir & longsor

Musim hujan, sejumlah wilayah di Yogyakarta rawan banjir & longsor Ilustrasi Banjir. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Berbagai potensi bencana alam mengancam Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama musim hujan tahun ini. Potensi bencana tersebut di antaranya; banjir dan longsor.

Kepala BPBD DIY, Krido Suprayitno mengatakan bahwa potensi rawan longsor ada di Kabupaten Gunungkidul, Kulon Progo, Sleman dan Kota Yogyakarta. Potensi banjir ada di wilayah Sleman dan Kota Yogyakarta. Sedangkan potensi angin puting beliung ada di Bantul.

"Saat ini kita masih update untuk peta kawasan banjir dan longsor di Kota Yogyakarta. Nanti setelah itu kita baru ke Bapak Gubernur supaya bisa menetapkan daerah Yogyakarta dalam status kedaruratan rawan banjir dan longsor. Ini bentuk kesiapsiagaan loh ya. Mengantisipasi berbagai kemungkinan karena informasi BMKG puncak hujan ada di Januari," ujar Krido, Jumat (11/11).

Krido menambahkan bahwa saat ini sudah ada data 16 kecamatan yang masuk kawasan rawan longsor. Ke-16 kecamatan tersebut tersebar di Gunungkidul, Kulon Progo, Sleman dan Kota Yogyakarta.

"Di beberapa titik di Kota Yogyakarta seperti di perbatasan Kota Yogya dan Sleman sudah terjadi longsor saat hujan deras turun beberapa waktu yang lain. Titik yang rusak akibat longsor itu ada di Petinggen, Karangwaru, Tegalrejo, Kota Yogyakarta," ungkap Krido.

Menurut Krido, meskipun terjadi longsor tetapi selama bencana dan proses penanganan bencana tidak ada korban jiwa. Saat ini pihak BPBD DIY masih terus mengawasi beberapa titik yang dianggap rawan banjir dan longsor. Dengan adanya kesiapsiagaan sejak dini diharapkan tidak ada korban jiwa seandainya terjadi longsor di titik yang berada dalam pengawasan BPBD DIY. (mdk/dan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP