Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'Musik Dangdut seperti musik Rock, enggak akan pernah mati'

'Musik Dangdut seperti musik Rock, enggak akan pernah mati' panggung dangdut. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Musik dangdut kini mulai naik daun lagi di Indonesia. Salah satu faktor pendukungnya adalah program acara Yuk Keep Smile (YKS) yang disiarkan oleh sebuah stasiun televisi swasta. Dalam penyajian acaranya, lagu-lagu dangdut lama dan terbaru terus berkumandang di sana.

Sebut saja lagu Oplosan, Kereta Malam yang tiba-tiba populer karena disajikan dengan apik oleh artis Soimah dan rekan-rekannya. Hal itu bahkan dinilai bisa memacu kompetitor televisi swasta lainnya untuk membuat program acara serupa. Akibatnya kepopuleran musik dangdut akan semakin membahana di industri musik Indonesia.

Lalu sampai kapan booming musik dangdut ini akan terus mengudara?

Pengamat musik Bens Leo menilai bahwa musik dangdut tidak akan pernah meredup. Sebab, menurutnya musik dangdut hampir sama dengan genre musik rock, yang notabene kedua genre itu masih sangat digemari oleh masyarakat Indonesia sejak dulu hingga sekarang. Bahkan musik dangdut dan rock sudah disebut sebagai aliran musik yang merakyat.

"Sebetulnya dangdut itu seperti musik rock, nggak akan pernah mati sebenarnya. Contohnya sebelum ada program YKS sudah ada televisi lainnya yang lebih dahulu menawarkan program musik yang sama, bahkan dibuatkan kontes menyanyi. Walaupun tak sepopuler YKS, tapi ini adalah indikator utama kalau dangdut itu dari dulu memang nggak pernah mati," kata Bens saat dihubungi merdeka.com beberapa waktu lalu.

Perihal tentang musik rock, Bens mencontohkan bahwa Indonesia selalu mempunyai grup-grup musik beraliran cadas dari masa ke masa. Sebut saja God Bless, Nicky Astria, Slank hingga band-band rock masa kini seperti The Sigit, Seringai, Endank Soekamti dan Burgerkill. Bahkan belakangan musik dangdut juga dipadukan komposisi musiknya dengan genre rock. Konsep itu biasanya disebut Rockdut (Rock Dangdut).

Indikator lainnya menurut Bens adalah masih adanya musisi pop di Indonesia yang mau mengapresiasi musik dangdut. Sebut saja grup band Ungu, saat merilis single lagunya bertajuk 'Pernahkah Kau Merasa'. Lagu yang berirama pop melayu ini bahkan bisa disisipkan part aransemen dangdut. Kemudian band yang digawangi oleh Pasha dkk ini menggaet diva dangdut kenamaan, Iis Dahlia, untuk ikut bernyanyi dalam lagu itu.

"Kita bisa lihat bahwa pemusik pop saja mengakui musik dangdut, ini tak boleh dilihat sebelah mata. Contohnya Ungu, pop aja bisa bersanding dengan dangdut, masih bisa memasukkan komposisi dangdut di dalamnya. Ini adalah contoh utama bahwa kita tak boleh mengecilkan musik dangdut, karena sebenarnya masih banyak orang yang menyepelekan genre ini," ujarnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP