MUI sebut penyembelih hewan kurban tak berhak dapat bagian kepala
Merdeka.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat menyampaikan dalam proses pemotongan hewan kurban, penyembelih tidak memiliki hak istimewa seperti harus mendapatkan potongan daging tertentu berupa kepala atau lainnya.
"Tukang sembelih itu tidak punya hak istimewa harus diberi kepala, kulit atau bagian tertentu. Prinsipnya, semua daging harus diberikan kepada fakir miskin dan yang berhak," kata Komisi Fatwa MUI Sumbar Mukhlis Bahar di Padang, seperti dilansir Antara, Rabu (23/9).
Menurut dia, memang ada kebiasaan yang kurang tepat di kalangan masyarakat bahwa tukang sembelih hewan kurban diberikan potongan daging khusus seperti kepala, lidah atau kulit.
"Semua daging hewan kurban harus diberikan kepada yang berhak dan yang diprioritaskan adalah fakir miskin dan orang tidak mampu, bukan untuk tukang potong" ujarnya.
Selain itu panitia juga dilarang menjual kulit hewan karena semua bagian hewan harus dibagikan secara merata.
"Kalau ada panitia yang menjual kulit, uang penjualannya bukan hak panitia karena itu adalah bagian dari hewan kurban. Oleh sebab itu harus dilaporkan secara transparan kepada peserta," lanjut dia.
Kemudian jika ada penyembelih hewan kurban yang dibayar sebenarnya juga tidak boleh karena kegiatan itu sifatnya kerja sosial. Namun karena saat ini jumlah tukang potong makin sedikit, akhirnya ada yang dibayar oleh panitia. Karena itu harus dilaporkan dengan jelas.
Ia mengatakan sebenarnya peserta yang harus memotong dan membagikan, namun karena sudah diwakilkan kepada panitia. Maka untuk operasional dapat diambilkan dari biaya peserta kurban dengan syarat panitia tidak mencari untung.
Mukhlis berpesan dalam membagikan daging kurban panitia mengedepankan unsur pemerataan terutama pada daerah-daerah yang selama ini kurang terjangkau.
"Jangan sampai daging kurban menumpuk di kota, sementara di daerah pinggiran tidak ada yang berkurban," ujar dia.
Sementara Branch Manager Dompet Dhuafa Singgalang Musfi Yendra mengatakan pihaknya menyebar hewan kurban ke pelosok nagari terutama daerah terpencil di Sumbar pada Idul Adha 2015.
"Daerah yang menjadi tujuan sebaran program tebar hewan kurban ini dilihat berdasarkan letak tempat, tidak ada yang berkurban, serta masyarakatnya tergolong kurang mampu," kata dia. (mdk/eko)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya