Muhammadiyah Minta Kasus Tewasnya Kader IMM di Kendari Diusut Tuntas

Jumat, 27 September 2019 01:31 Reporter : Purnomo Edi
Muhammadiyah Minta Kasus Tewasnya Kader IMM di Kendari Diusut Tuntas Korban meninggal saat aksi unjuk rasa di DPRD Sultra. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir angkat bicara mengenai meninggalnya kader IMM, Randi (21). Randi meninggal saat ikut demonstrasi di depan kantor DPRD Sulawesi Tenggara, Kamis (26/9).

Haedar menyebut penyebab meninggalnya Randi harus diusut tuntas. Dia meminta agar oknum yang menyebabkan meninggalnya Randi saat demonstrasi harus mendapatkan hukuman berat.

"Kejadian tersebut (meninggalnya Randi) harus diusut dan ditindak secara hukum dengan tegas dan berat karena menyangkut nyawa anak manusia dan warga negara yang mestinya dilindungi," tegas Haedar dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/9).

Dia dengan tegas meminta agar aparat kepolisian dan keamanan yang bertugas untuk mengamankan aksi demonstrasi agar tak menggunakan pendekatan represif.

"Aparat kepolisian dan keamanan hendaknya menjalankan tugas sebagaimana mestinya dan tidak melakukan tindakan-tindakan represif atau kekerasan dalam bentuk apapun sehingga semakin tercipta suasana yang kondusif," ujarnya.

Selain itu, Haedar meminta agar meninggalnya Randi menjadi perhatian dan keprihatinan bersama. Haedar berharap agar kekerasan tak lagi terjadi.

"Peristiwa ini menjadi perhatian dan keprihatinan semua pihak, agar aksi mahasiswa dan gerakan demonstrasi harus ditangani dengan sebaik-baiknya dan tidak boleh ada kekerasan dalam bentuk apa pun, apalagi yang menyangkut anak bangsa," ungkapnya.

Kepada almarhum, Haedar mendoakan agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. "Semoga Allah SWT menempatkan almarhum di sisi-Nya," tutupnya. [fik]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini