Misteri pemberontakan Ra Kuti hingga wajah asli sang Gajah Mada

Rabu, 22 April 2015 08:15 Reporter : Ya'cob Billiocta
Patung Gajah Mada di depan Mabes Polri. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Melejitnya karir militer Gajah Mada di Majapahit setelah berhasil menumpas Ra Kuti, yang tak lain adalah sengkuni dari kalangan dharmaputra (pegawai istana yang disenangi raja) bentukan Raden Wijaya, yang membelot dari titah raja kedua Jayanagara.

Saat pemberontakan ini terjadi, Majapahit berhasil direbut perwira yang berasal dari daerah Pajarakan (sekarang Kabupaten Probolinggo) dari tangan Jayanagara. Namun raja kedua Majapahit ini berhasil diselamatkan pasukan Bhayangkara yang dipimpin oleh Gajah Mada.

Gajah Mada ketika itu menyembunyikan raja di sebuah daerah bernama Badander. Dalam administrasi daerah kekinian, nama Badander ini mengacu pada dua desa di Jawa Timur, pertama Kecamatan Dander di Kabupaten Bojonegoro, dan Desa Bedander di Kabupaten Jombang.

Ketika raja sudah dipastikan dalam kondisi aman, Gajah Mada memutuskan kembali ke Majapahit untuk mencari dukungan dan propaganda. Awalnya para loyalis Jayanagara ini dikumpulkan di rumah Tumenggung Amancanegara, dan menjelaskan bahwa sang raja tewas di pengasingan.

Di tengah kesedihan para anak buah Jayanagara ini, Gajah Mada secara mengejutkan mendapat kenyataan yang berbanding terbalik. Banyak di antara mereka termasuk rakyat yang tidak mendukung pemerintahan Ra Kuti. Dari sini lantas Gajah Mada menceritakan kondisi sebenarnya.

Akhirnya perang gerilya Gajah Mada ini sukses besar, Ra Kuti berhasil dikalahkan. Berkat jasanya tersebut, Jayanagara mengangkat Gajah Mada sebagai patih. Dari sini, secara pasti karir Gajah Mada terus melejit hingga patih amangkubhumi di pemerintahan Hayam Wuruk.

Pemilihan lokasi persembunyian Jayanagara oleh Gajah Mada di Badander inilah yang hingga kini dijadikan penghubung munculnya cerita rakyat masa kecil sang patih tersebut. Hal ini didasarkan pada lokasi persembunyian yang tidak jauh dari Desa Modo (kini kecamatan), asal usul cerita Joko Modo.

Menurut Sejarawan Universitas Negeri Surabaya Aminudin Kasdi, lokasi persembunyian raja ini banyak diartikan orang untuk menganalogikan bahwa Gajah Mada paham betul daerah itu. Artinya bahwa Gajah Mada mungkin berasal dari wilayah s [hhw] SELANJUTNYA

Topik berita Terkait:
  1. Gajah Mada
  2. Sejarah Indonesia
  3. Lamongan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini