Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mimpi tukang tambal ban untuk umrah pupus kena tipu Nazaret travel

Mimpi tukang tambal ban untuk umrah pupus kena tipu Nazaret travel Isa Ansori. ©2018 Merdeka.com/Kirom

Merdeka.com - Niatan Isa Ansori dan istrinya, Siti Widyawati untuk 'bertamu' ke Tanah Suci, pupus. Uang yang dia kumpulkan dari hasil usaha tambal ban di Pamulang, amblas ditipu oleh Nazaret Tour Travel.

Isa dan istri bermimpi untuk pergi menunaikan ibadah haji, namun antrean sangat panjang. Akhirnya mulai menemui titik terang, saat itu, Agustus 2017 dia melihat paket promo umrah murah yang dishare rekannya di kanal medis sosial facebook.

Setelah ditelusuri, paket promo umrah Nazaret tour travel menawarkan biaya ringan untuk umrah, hanya Rp 14,5 juta dia bisa berangkat ibadah ke baitul haram.

"Rukunnya kan haji, tapi melihat setoran awal dan antrian haji yang panjang, lalu saya lihat ada kesempatan umrah murah bersama istri ya saya daftar. Lagi pula kalau untuk setoran awal haji baru bisa buat sendiri kalau umrah bisa berdua," ujar dia di bengkel tambal ban di Jalan Dr Setiabudi, Pamulang Timur, Tangerang Selatan, Kamis (5/4).

Uang senilai Rp 29 juta dia setorkan, untuk keberangkatan umrah Isa bersama sang istri melalui Kantor PT Nazaret Bagindo Corpora, yang ketika itu berkantor di Ciputat.

"Saya tahu kantornya, saya lihat banyak juga yang sudah diberangkatkan, jadi saya yakin ini benar. Bukan tipu-tipu," jelas dia.

Namun belakangan, dia yang dijanjikan akan diterbangkan oleh Nazaret tour travel ke Mekah pada November 2018 hanya bisa pasrah, setelah mengetahui gagalnya sejumlah jemaah berangkat umrah sejak Desember 2017 kemarin.

"Saya kaget, saya daftar lunas November 2017 dan dijanjikan akan berangkat November 2018. Biasanya hanya cek kantornya, pas tahu ada kasus First travel, tapi Desember tiba-tiba ramai banyak jemaah gagal berangkat," kata dia pasrah.

Mendengar begitu, akhirnya dia menyambangi kantor Nazaret di Fifo Cafe Resto, dan didapati kantor sudah tak beroperasi pada Januari awal. "Ya saya pasrahkan saja, ini pelajaran buat saya dan keluarga. Mudah-mudahan ada hikmah buat kami," terangnya.

Meski telah membuat laporan polisi secara kolektif, dia berharap laporan itu bisa segera ditangani Polisi sehingga bisa menciduk pemilik travel yang tega melakukan penipuan kepada ratusan jemaah umrah nazaret.

"Laporan kami dengan jemaah lain sudah dilakukan, ya semoga uang saya bisa kembali. Saya bukan kaya jemaah lain, punya pekerjaan tetap bisa dengan mudah menabung. Kalau saya kerja 24 jam hanya berharap dari ban bocor atau kempes," bilangnya.

Dalam mimpinya, dia tetap berharap masih bisa mendatangi rumah Allah ke tanah Makah. Usahanya menabung untuk bisa berangkat pun masih masih terus dilakukan.

"Semoga ada pertolongan Allah, kadang suka menghayal saya bisa ke mekah sama istri sama anak-anak, siapa tahu ada jalan terbaik buat saya dan keluarga," terangnya.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP