Meski Pencarian Korban Lion Air Disetop, Kantor SAR Jakarta & Bandung Siaga 24 Jam
Merdeka.com - Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya M Syaugie menegaskan, akan tetap bersiaga selama 24 jam di perairan Tanjung Karawang dan Pesisir Pantai Tanjung Pakis, Jawa Barat. Hal itu setelah pihaknya hari ini memutuskan untuk menghentikan pencarian korban jatuh Lion Air PK-LQP dengan kode penerbangan JT610.
"Tim SAR atau Kantor SAR Jakarta dan Bandung tetap melaksanakan operasi SAR. Kalau-kalau masih ada informasi, baik itu dari nelayan atau siapapun juga yang menemukan ada korban di daerah tersebut. Kantor SAR Jakarta maupun Bandung siap melaksanakan tugas tersebut. Mereka siaga 24 jam, tidak berhenti, tapi secara terpusat ditutup," kata Syaugie di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (10/11).
"Kalau kemarin hari ke 10 potensi SAR selesai. Sekarang hari ke 13 tim pusat, selesai, diteruskan oleh Kantor SAR Jakarta dan Kantor SAR Bandung," tambahnya.
Meskipun secara resmi menghentikan pencarian korban, pihaknya tetap akan membantu tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mencari blackbox Cockpit Voice Recorder (CVR) yang masih belum ditemukan.
"Berikutnya tim dari KNKT akan terus melanjutkan tugasnya untuk mencari CVR. Tentunya bersinergi dan kami dukung dari Basarnas dengan 10 orang penyelam handal untuk bisa menyelesaikan tugas dari KNKT," ujarnya.
Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 jatuh di Tanjung Karawang setelah dilaporkan hilang kontak pada sekitar pukul 06.33 WIB, pada Senin (29/10). Pesawat tersebut membawa 189 orang, termasuk penumpang dan kru pesawat.
Penumpang itu terdiri dari 178 orang dewasa, 1 anak-anak, dan 2 bayi (infant). Untuk kru pesawat terdiri dari 2 kokpit kru dan 6 orang awak kabin.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya